WAJO,PO – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Bantaeng mengawali perjuangannya di Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan 2026 dengan torehan medali perunggu dari nomor Shooting Women.
Medali tersebut dipersembahkan atlet andalan Bantaeng, Andi Shita Elyana, S.Pd., M.Pd., Gr, setelah melalui persaingan ketat dan harus mengakui keunggulan Mifta, atlet tuan rumah Kabupaten Wajo yang berhasil melaju lebih jauh dalam pertandingan.
Mifta diketahui memiliki rekam prestasi di tingkat nasional setelah meraih juara II Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Petanque pada nomor Shooting Women.
Bagi Andi Shita, pertandingan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Selain menjadi atlet pertama dari kontingen Petanque Bantaeng yang turun ke arena, ia juga harus menghadapi tekanan bertanding di hadapan publik tuan rumah.
Meski belum berhasil mempersembahkan medali emas, perjuangan Andi Shita mendapat apresiasi dari Manajer Tim Petanque Bantaeng, Drs. Samsud Samad, M.M.

Ia menilai, tampil sebagai atlet pertama bukan perkara mudah karena harus memikul tanggung jawab membuka perjuangan tim, terlebih menghadapi lawan dengan pengalaman dan rekam prestasi nasional.
“Kami tetap memberikan apresiasi kepada Andi Shita. Ia telah berjuang maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Bantaeng. Mengawali pertandingan sebagai atlet pertama tentu bukan hal mudah, apalagi menghadapi atlet tuan rumah yang memiliki prestasi di tingkat nasional,” ungkap Samsud Samad.
Sementara itu, Andi Shita Elyana menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Bantaeng atas hasil yang diraih. Ia mengakui lawan yang dihadapinya merupakan atlet berprestasi dan berpengalaman.
Namun, hasil tersebut tidak akan menyurutkan semangatnya untuk terus berlatih, melakukan evaluasi, dan meningkatkan kemampuan demi meraih hasil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Bonus Emas untuk Pacu Semangat Atlet
Di tengah perjuangan tim, motivasi bagi atlet Petanque Bantaeng terus diperkuat. Manajer tim, Samsud Samad, menyiapkan bonus langsung bagi atlet yang berhasil mempersembahkan medali emas pada nomor pertandingan berikutnya.
Dukungan juga datang dari Ketua KONI Kabupaten Bantaeng yang akan memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet dalam membawa nama daerah di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Samsud berharap raihan perunggu pada pertandingan perdana menjadi pemantik semangat bagi seluruh atlet Petanque Bantaeng untuk terus berjuang dan memburu tambahan medali.
“Perjuangan kita belum selesai. Masih ada nomor pertandingan berikutnya dan peluang untuk menambah medali tetap terbuka. Saya berharap seluruh atlet tetap fokus, menjaga kekompakan, percaya pada kemampuan diri sendiri, serta bertanding dengan penuh semangat dan sportivitas,” tegasnya.
Raihan perunggu menjadi pembuka perjuangan FOPI Bantaeng di PORPROV XVIII Sulsel 2026. Namun, target untuk meraih medali emas masih tetap menyala.
Dengan semangat “Bantaeng Bangkit, Prestasi Melejit”, seluruh atlet Petanque Bantaeng diharapkan mampu tampil maksimal pada pertandingan selanjutnya, sekaligus menambah pundi-pundi medali dan mengharumkan nama Butta Toa di panggung olahraga Sulawesi Selatan.
Salam Petanque! Bantaeng Bangkit, Prestasi Melejit!










