iklan Promo

Tak Berhenti di 8 Gelar, Dr. Duta Mustajab Raih Magister Ilmu Pemerintahan Unpacti

MAKASSAR,PO — Perjalanan akademik Dr. Duta Mustajab kembali bertambah. Dosen Pascasarjana Universitas Yapis Papua Jayapura tersebut resmi menyandang gelar Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) setelah menuntaskan studi pada Program Pascasarjana Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar.

Gelar tersebut menjadi pencapaian akademik ke-9 bagi Dr. Duta Mustajab yang dikukuhkan dalam prosesi wisuda Universitas Pancasakti Makassar, Sabtu (26/9/2026).

Bagi Dr. Duta, pencapaian tersebut bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan. Sebaliknya, semakin banyak disiplin ilmu yang dipelajari justru membuat dirinya menyadari bahwa persoalan pemerintahan dan kehidupan masyarakat membutuhkan sudut pandang yang lebih luas.

“Disiplin ilmu dan gelar yang saya peroleh selama ini ternyata masih terasa kurang. Persoalan di masyarakat itu kompleks dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu kacamata disiplin ilmu. Semakin banyak disiplin ilmu yang kita kuasai, semakin komprehensif kita memahami dan menyelesaikan masalah tersebut,” ujar Dr. Duta seusai prosesi wisuda.

Keputusan melanjutkan studi Magister Ilmu Pemerintahan di Unpacti Makassar juga tidak terlepas dari kebutuhan penguatan kapasitas akademik di Papua.

Menurutnya, keterbatasan pilihan program studi Magister Ilmu Pemerintahan di wilayah Papua menjadi salah satu pertimbangan untuk memperdalam kompetensi akademiknya di Unpacti Makassar.

“Kehadiran Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan di Unpacti Makassar menjadi jawaban sekaligus dorongan bagi saya untuk memperdalam keabsahan serta penguasaan keilmuan di bidang pemerintahan secara akademik,” katanya.

Selama menjalani pendidikan, Dr. Duta mengaku mendapatkan pengalaman akademik yang positif. Ia menilai lingkungan Pascasarjana Unpacti Makassar mampu menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan mengedepankan nilai kekeluargaan.

Menurut dia, peran dosen tidak sebatas menyampaikan materi perkuliahan, tetapi juga memberikan pendampingan dan pembinaan kepada mahasiswa melalui prinsip asah, asih, dan asuh.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus rasa memiliki terhadap almamater, Dr. Duta menyatakan akan ikut memperkenalkan Universitas Pancasakti Makassar di berbagai daerah, khususnya kepada kalangan profesional dan lulusan sarjana yang ingin melanjutkan pendidikan.

Ia juga mengajak para lulusan S1 maupun profesional untuk tidak ragu mengambil pendidikan Magister di Unpacti Makassar dengan memanfaatkan berbagai mekanisme penerimaan mahasiswa yang tersedia, termasuk pendaftaran secara daring.

Tata Kelola Akademik Jadi Fondasi

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Universitas Pancasakti Makassar, Dr. Anirwan, S.Ip., M.Adm.KP., mengatakan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun tata kelola akademik yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan Program Pascasarjana tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga memastikan setiap tahapan pendidikan berlangsung sesuai standar akademik.

Hal tersebut mencakup proses pembelajaran, pembimbingan, penelitian hingga penyelesaian studi mahasiswa.

“Bagi kami, kualitas tata kelola merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Program Pascasarjana. Tata kelola yang baik harus mampu menjamin proses akademik berjalan secara tertib, transparan, akuntabel, dan tetap memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara keilmuan maupun profesional,” jelas Dr. Anirwan.

Ia menambahkan, Program Pascasarjana Unpacti Makassar terus melakukan penguatan lingkungan akademik agar semakin komunikatif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem pembelajaran, peningkatan kualitas tenaga pengajar, optimalisasi pembimbingan serta pengembangan budaya akademik yang menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari ekosistem perguruan tinggi.

“Pendidikan di Program Pascasarjana bukan sekadar menyelesaikan sejumlah mata kuliah dan memperoleh gelar akademik. Yang lebih penting adalah bagaimana proses pendidikan tersebut menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu melakukan kajian secara ilmiah, serta dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan,” ujarnya.

Dr. Anirwan menyebut keberhasilan Dr. Duta Mustajab meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan menjadi salah satu gambaran komitmen Unpacti Makassar dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi kalangan profesional dan akademisi dari berbagai daerah, termasuk Papua.

“Kami berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi mampu membawa pengetahuan dan pengalaman akademiknya untuk menjawab persoalan pemerintahan dan pembangunan di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Tim Redaksi