TAKALAR,PO — Pemerintah Kabupaten Takalar mulai memperkuat peran diaspora sebagai bagian dari strategi mempercepat pembangunan dan membuka peluang investasi di daerah. Hal itu mengemuka dalam silaturahmi Bupati Takalar Ir. H. Daeng Manye, MM, bersama pengurus Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Takalar (BPN KKTP), Jumat (21/8/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, forum itu dimanfaatkan untuk membicarakan arah pembangunan Takalar sekaligus menggali potensi kontribusi warga Takalar yang berada di luar daerah.
Bupati Daeng Manye menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk diaspora, untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, diaspora Takalar memiliki modal penting berupa jaringan, pengalaman, sumber daya serta kepedulian terhadap daerah asal yang dapat diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru.
“Kami sangat terbuka dengan ide, gagasan, dan investasi dari para perantau Takalar. Mari kita bangun Takalar bersama-sama. Kami butuh mitra. Diaspora Takalar punya jaringan, punya modal, dan punya cinta untuk Takalar. Ini saatnya kita wujudkan bersama,” tegas Daeng Manye.
Ia menekankan, pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu, kolaborasi dengan diaspora dinilai penting, terutama untuk menarik investasi dan merealisasikan sejumlah proyek strategis yang tengah dipersiapkan Pemkab Takalar.
Daeng Manye menyebut proyek-proyek strategis tersebut diharapkan dapat menjadi agregator ekonomi baru, membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha masyarakat, sekaligus memperkuat pendapatan daerah.
Dalam pertemuan itu, Ketua BPN KKTP H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Takalar.
Sejumlah agenda strategis turut dibahas, antara lain rencana pengembangan kawasan industri yang disebut masuk dalam daftar Program Strategis Nasional (PSN), dukungan terhadap rencana pendirian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), pengembangan kompleks Brimob dengan rencana penyiapan lahan di wilayah Mangara Bombang (Marbo), hingga rencana pengembangan pendidikan tinggi bidang perikanan Universitas Hasanuddin dan pembangunan batalyon Angkatan Laut di kawasan Laikang.
Selain sektor industri dan pendidikan, diaspora Takalar juga didorong ikut memperkuat sektor pariwisata. Para warga diaspora disebut siap membantu mempromosikan tujuh destinasi wisata unggulan Takalar agar semakin dikenal di tingkat nasional.
Hasanuddin menegaskan, dukungan diaspora tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diharapkan berkembang menjadi kolaborasi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Silaturahmi ini awal. Semoga ada tindak lanjut nyata untuk pa’rasang kita,” ujar Tetta Lewa.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun sinergi yang lebih luas antara pemerintah daerah, diaspora, pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi itu diharapkan mampu mengubah potensi Takalar menjadi investasi, membuka lapangan kerja dan mempercepat terwujudnya daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Editor : Amin









