JENEPONTO,PO — Antusias peserta dalam Forum Group Discussion (FGD) percepatan pengentasan stunting di Kabupaten Jeneponto Sulsel terus didorong dengan melakukan pendekatan kolaborasi secara berbasis riset, di gelar Aula pertemuan Cafe Primer, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pertemuan diskusi itu, Program Penelitian Kompetitif Nasional (PT-LM) dengan mengakat tema “Adopsi Model Terapan Nutri-Helix Berbasis Platform Digital Kolaborasi Multi-Aktor, Strategi Penguatan Edukasi Gizi Partisipasif dalam Pengentasan Stunting di Kabupaten Jeneponto,”
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Peneliti PT-LM sekaligus Dewan Pengawas RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto, Prof. Dr. Nuryanti Mustari.
FGD ini dihadiri Kepala Bappeda Jeneponto, Dr. H. Alfian Afandy Syam, perwakilan Bidang Gizi Dinas Kesehatan, OPD terkait, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jeneponto, kalangan akademisi, serta para mahasiswa.
Prof. Dr. Nuryanti Mustari menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat diselesaikan hanya dari satu sektor saja. Selama ini stunting kerap dianggap urusan sektor kesehatan semata, padahal penyebabnya bersifat multidimensi — meliputi aspek gizi, sosial-ekonomi, ketahanan pangan, dan lainnya.
“Berbicara persoalan stunting itu tidak boleh berbicara hanya satu aktor saja. Ada aktor-aktor lain yang juga sangat signifikan berpengaruh terhadap tingginya angka stunting,” Jelasnya dalam sambutanya.
Maka dari itu dengan model Nutri-Helix yang ditawarkan menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak — pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, masyarakat, hingga sektor swasta — yang saling bersinergi dalam satu platform digital guna memperkuat edukasi gizi secara partisipatif.
Masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan model agar lebih sesuai dengan karakteristik sosial-budaya masyarakat Jeneponto dan siap diimplementasikan.
Prof. Dr. Nuryanti Mustari berharap hasil penelitian yang komprehensif ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting di Jeneponto yang masih menjadi salah satu daerah perhatian di Sulawesi Selatan.
“Insyaallah, kerja-kerja tuntas yang kita lakukan ini dapat berpengaruh terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Jeneponto,” harapnya.
Maka dari itu, kasus stunting tak hanya semata -mata pada Dinas Kesehatan dan BKKBN saja tapi semua line sektor OPD bersama sama bertanggung jawab tuntaskan stunting.
Dengan adanya FGD ini diharapkan semua peserta dapat menyampaikan masukan dan kendala dilapangan, agar kita dapat mengimplementasikan program stunting di wilayah masing masing.
Firmansyah
Editor : Hendri









