Semarang,PO – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan mengambil alih tanggung jawab atas insiden gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Semarang. Ia menegaskan peristiwa tersebut tidak boleh terulang dan menjadi momentum pembenahan menyeluruh terhadap sistem keamanan pangan dalam program MBG.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat menjenguk Diandra (Naya), siswi kelas XII yang masih menjalani perawatan di RS Permata Medika Semarang akibat terdampak insiden tersebut.
“Hari ini saya datang menjenguk Naya. Hati saya terketuk. Niat negara menghadirkan makanan bergizi bagi anak-anak justru tercoreng akibat adanya celah kelalaian yang berujung musibah. Ini harus menjadi kejadian terakhir,” tegas Sudaryono, Minggu 2 Agustus 2026.

Menurutnya, tidak ada ruang untuk kompromi terhadap aspek keamanan pangan dalam program MBG. Karena itu, BGN kini melakukan evaluasi dan perombakan total terhadap seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, distribusi makanan, hingga pengawasan di lapangan.
Sudaryono menegaskan, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga dari jaminan keamanan setiap makanan yang disajikan.
“Anak-anak tidak cukup hanya menerima makanan bergizi. Makanan itu harus dipastikan aman, higienis, dan layak dikonsumsi tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Sudaryono menyatakan seluruh biaya perawatan Naya beserta siswa lain yang terdampak akan ditanggung menggunakan dana pribadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim medis RS Permata Medika Semarang atas penanganan cepat terhadap para korban. Kepada Naya dan keluarganya, termasuk sang kakek Mustari, Sudaryono menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Naya, keluarga, dan seluruh pihak yang terdampak. Negara harus hadir bukan hanya saat menjalankan program, tetapi juga ketika memperbaiki setiap kekurangan. Kami berkomitmen memastikan sistem pengawasan diperketat agar insiden serupa tidak pernah terulang,” tutupnya.
Badan Gizi Nasional
Editor : Amin publikasi









