JENEPONTO,PO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD dan PNF) menggelar kegiatan Evaluasi dan Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Aplikasi Verval DO (Drop Out), LTM (Lulus Tidak Melanjutkan), dan BPB (Belum Pernah Bersekolah) ATS, terus menunjukkan dirinya untuk berkomitmen dalam menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jeneponto.
Pertemuan tersebut yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Alamsyah, didampingi Kepala Bidang PAUD dan PNF, Agus Rizal DM., serta Kepala Seksi PNF, H. Muh. Tahir, di gelar di Aula Guru Kantor Disdikbud Jeneponto, Abd, Jalil Sikki, Rabu, 29, Juli 2026.
Dalam laporan ketua panitia, H. Muh. Tahir menyampaikan bahwa peserta kegiatan terdiri dari seluruh operator/admin dari 113 Desa dan Kelurahan, serta para operator PKBM dan SKB se-Kabupaten Jeneponto.
Pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya dibiayai melalui anggaran Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto.
Bahwa kegiatan evaluasi Dashboard Anak Tidak Sekolah ATS bagi Operator Desa/Kelurahan ini bagaimana berupaya mendukung pemerintah kabupaten jeneponto untuk menuntaskan permasalahan anak tidak sekolah.
Kabid PNF menambahkan, peningkatkan kapasitas Admin Desa/Kelurahan Memberikan pemahaman teknis dan keterampilan dalam melakukan verifikasi, validasi, serta pemutakhiran data ATS secara berkelanjutan. Sehingga, dapat mengidentifikasi kendala lapangan bisa petakan dan temukan solusi atas rintangan teknis maupun operasional yang dihadapi petugas penjangkau dan admin desa/kelurahan di lapangan.
Olehnya itu, keberhasilan program bertujuan penanganan anak tidak sekolah tidak hanya ditentukan kualitas data peran admin desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam memastikan bahwa data yang masuk ke Dashboard ATS telah diverifikasi sesuai kondisi sebenarnya dilapangan.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Alamsyah, menyampaikan bahwa kehadiran pada operator mengikuti bimtek untuk bersama sama Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto Dinas Pendidikan untuk mengintervensi data anak tidak sekolah.
“Tentunya, kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah Dinas Pendidikan dan Operator Desa/Kelurahan dan PKPM untuk mengintervensi mendata anak anak kita agar bisa bersekolah kembali,” ujarnya dalam sambutanya.
Ditambahkan, Alamsyah menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi erat antara seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keakuratan data yang dirilis oleh PUSDATIN.
“Peran semua pihak sangat krusial dalam mengentaskan masalah anak tidak sekolah. Kita harus memastikan bahwa data rilisan Pusdatin benar-benar diverifikasi dan diperbaiki secara akurat di tingkat desa oleh para Admin Desa, dengan pendampingan intensif dari Bidang PAUD dan PNF. Data yang valid adalah kunci utama ketepatan program intervensi pendidikan yang akan kita jalankan,” jelasnya.
Sementara, Kabid PAUD dan PNF, Agus Rizal DM, menegaskan Dinas Pendidikan melalui Bidang PAUD dan PNF berupaya juga membumikan Program Inovasi AJAPPAI (Aksi Jangkau Akses PAUD dan PNF yang Ingklusi) salah satunya melalui Inovasi AJAPPAI ATS dalam mempercepat akses penjangkauan dalam penanganan ATS di Kabupaten Jeneponto.
Sekaligus hasil pemutakhiran data ini tidak pada verifikasi digital semata, melainkan akan ditindaklanjuti dengan program pengembalian anak ke bangku sekolah, baik melalui jalur pendidikan formal maupun jalur non-formal (Keaksaraan/Kesetaraan Paket A, B, dan C di PKBM/SKB).
“Dengan sinergi seluruh elemen, Pemkab Jeneponto optimistis angka ATS dapat ditekan secara signifikan demi mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di Jeneponto,” harapnya.
Tentunya, Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Jeneponto dalam menangani permasalahan anak tidak sekolah secara komprehensif dan terintegrasi.
Implementasi Peran Semesta dan Penjangkauan Berbasis DUKCAPIL
Penanganan ATS di Kabupaten Jeneponto mengusung konsep ‘Peran Semesta’ yang melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Guru-guru formal dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikerahkan secara aktif untuk melakukan penjangkauan data sasaran ATS langsung di lapangan dengan mengacu pada data dasar dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN) Kemendikbudristek.
Maka dari itu, hasil penjangkauan lapangan tersebut kemudian dipadankan dengan data Kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL). Data hasil padanan inilah yang menjadi bahan verifikasi utama pada Dashboard Verval ATS.
Melalui pengukuhan melalui Surat Keputusan (SK) oleh Kepala Desa/Lurah masing-masing, serta didukung oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) setempat sebagai Desa Binaan
Berdasarkan hasil pemutakhiran Dashboard ATS Kabupaten Jeneponto Bulan Juli ini Tahun 2026, terdata sebanyak 11.635 Anak Tidak Sekolah (ATS). Adapun rincian kategorinya adalah sebagai berikut:
• Belum Pernah Bersekolah (BPB) : 7.828 Anak
• Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) : 2.333 Anak
• Drop Out / Putus Sekolah (DO) : 1.474 Anak.
Peserta Operator Dashboard ATS Desa/Kelurahan se Kabupaten Jeneponto antusias memperoleh materi mengenai evaluasi Dashboard ATS, Teknis Verifikasi data dan penyelesaian permasalahan penginputan.
Firmansyah
Editor : Hendri









