BULUKUMBA,PO — Langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku partai pemenang pemilu di Kabupaten Bulukumba dalam melakukan penyegaran dan rotasi kadernya di pucuk pimpinan DPRD tengah menjadi buah bibir hangat di tengah publik.
Meski sempat memicu pro dan kontra, kebijakan rotasi internal parpol berlambang padi dan bulan sabit ini dinilai sebagai keputusan strategis yang visioner demi mengoptimalkan kinerja lembaga legislatif.
Menanggapi dinamika tersebut, Sekretaris Jenderal Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (Lidik Pro),Muhammad Darwis K, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa rotasi posisi Ketua DPRD Bulukumba yang kini diemban oleh Umy Asyiatun Khadijah, SE merupakan langkah yang sudah sangat tepat.
”Rotasi ini adalah langkah yang tepat dari PKS. Meskipun menuai kontroversi, saya menganggap bahwa pimpinan DPRD memang harus dijabat oleh kader partai yang responsif, komunikatif, dan solutif,” ujar Muh Darwis kepada awak media.
Lebih lanjut, Darwis menambahkan bahwa figur pimpinan yang komunikatif sangat dibutuhkan untuk menjembatani berbagai kepentingan masyarakat Bulukumba. Ketua DPRD tidak hanya sekadar menjadi simbol kekuasaan partai, melainkan harus mampu menjadi perekat kuat antar-fraksi dan mitra kritis bagi pihak eksekutif (pemerintah daerah).
Menurut Lidik Pro, karakter responsif dan solutif inilah yang akan mengembalikan serta memperkuat peran dan fungsi DPRD yang sesungguhnya, yaitu:
1. Fungsi Legislasi: Membentuk peraturan daerah yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat.
2. Fungsi Anggaran: Menyusun dan memastikan alokasi APBD tepat sasaran.
3. Fungsi Pengawasan: Menjadi pengontrol kebijakan pemerintah demi transparansi publik.
“Langkah PKS ini diharapkan membawa angin segar bagi iklim politik di Bulukumba, di mana keterbukaan pimpinan dewan dalam mengawal aspirasi masyarakat menjadi kunci utama pembangunan daerah ke depan,” tutup darwis.
Iswanto
Editor : Hendri









