iklan Promo

TP PKK Sulsel Dorong Kader Jadi Garda Terdepan Konsumsi Pangan Sehat dan Anti Pemborosan

MAKASSAR,PO – Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat peran kader dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui edukasi pola konsumsi sehat dan pemanfaatan pangan lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Gerakan Stop Boros Pangan, serta Workshop Pemanfaatan Rumah Pangan dan Dapur B2SA yang digelar secara virtual, Rabu (17/6/2026) kemarin.

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan itu diikuti pengurus dan kader TP PKK dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Dalam arahannya, Ketua TP PKK Sulawesi Selatan menekankan bahwa keluarga menjadi titik awal dalam membangun budaya konsumsi pangan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Karena itu, kader PKK diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola pangan secara lebih bijaksana.

Menurutnya, penguatan pemahaman mengenai pola konsumsi B2SA tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Di sisi lain, pengurangan pemborosan pangan menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.

“Pola konsumsi yang beragam dan bergizi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Begitu pula dengan upaya mengurangi pemborosan pangan. Setiap keluarga memiliki peran dalam memilih, mengolah, dan memanfaatkan bahan pangan secara efektif sehingga tidak terbuang percuma,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi terkait penerapan pola konsumsi B2SA, pengurangan food loss dan food waste, serta pengelolaan Rumah Pangan dan Dapur B2SA sebagai sarana edukasi gizi berbasis potensi pangan lokal.

Selain memperkaya wawasan kader, workshop tersebut juga diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pemanfaatan lahan pekarangan dan sumber pangan lokal yang dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga secara mandiri.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin bersama TP PKK dalam memperluas jangkauan edukasi pangan hingga ke tingkat rumah tangga. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu strategi efektif dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendorong perubahan pola konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Sulawesi Selatan berharap seluruh kader dapat menjadi pelopor di wilayah masing-masing dalam mengampanyekan konsumsi pangan B2SA, pemanfaatan pangan lokal, serta Gerakan Stop Boros Pangan. Dengan demikian, upaya mewujudkan keluarga sehat, mandiri, dan berdaya saing dapat semakin diperkuat sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Sulawesi Selatan.

Amhin