TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Rabu (20/5/2026). Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wakil Bupati Takalar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota TNI-Polri, kepala sekolah, camat, serta staf lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.
Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” , yang mencerminkan semangat kolektif seluruh elemen bangsa dalam menjaga generasi penerus demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Daeng Manye membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Sambutan tersebut menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus menjalankan berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sejumlah program strategis yang disoroti antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru, serta penyediaan beasiswa. Program-program ini dihadirkan untuk mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia.
Selain sektor pendidikan, pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara masif untuk memastikan akses perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita sebagai kompas utama pembangunan nasional. Kita harus mampu menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Daeng Manye saat membacakan sambutan Menkomdigi.
Bupati menambahkan, peringatan Harkitnas 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menyalakan semangat Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan bangsa, mulai dari kalangan akademisi, praktisi, hingga generasi muda sebagai penerus cita-cita kemerdekaan. (*)









