iklan Promo
Tak Berkategori  

Efektifkan Penerima Bansos, Pendamping PKH di Bantaeng Sasar KPM

BANTAENG – Guna mengefektifkan tepat sasaran adanya informasi baru-baru ini diterima sejumlah data penerima bansos terindikasi memiliki pekerjaan sebagai ASN tetap, Pegawai BUMN dan Tenaga Pendidik (Guru).

Kabupaten Bantaeng termasuk salah satu yang mendapatkan data ini. Sebanyak 27 KPM PKH terindikasi memiliki pekerjaan seperti yang sudah disebutkan diatas.

Beberapa analisis muncul terkait indikasi data ini salah satu nya adalah salah satu anggota rumah tangga (sebut saja ART) KPM tertera pada Kartu Keluarga data kependudukan.

Koodinator PKH Kabupaten Bantaeng Kasmiati Saleh mengatakan bahwa untuk memastikan hal itu, Pendamping PKH melakukan aksi turun langsung ke rumah KPM melakukan validasi pengecekan data, agar kebenaran di lapangan dapat menjadi rujukan perbaikan data yang ada.

Sebut saja salah satu contoh Bapak Kasim beralamat Lemoa Kelurahan Bonto Langkasa Kecamatan Bissappu Bantaeng, memang merupakan seorang Guru, namun bukanlah ASN seperti indikasi data tersebut.

“Setelah dilakukan pengecekan diketahui Pak Kasim adalah seorang Guru Honorer yang sudah mengabdi selama 24 tahun sama usia anaknya saat ini, namun hingga hari ini ditemui dirumah nya oleh Pendamping PKH Hasniati, Pak Kasim tidak pernah lolos sertifikasi guru maupun guru kontrak,” ujar Kasmiati Jumat 26 November 2021.

Tak hanya itu lanjut dia, data yang lain adalah Buti Penerima Manfaat PKH di Kelurahan Gantarangkeke yang terindikasi nam Sudirman menantunya adalah TNI. Pengecekan lapangan dilakukan oleh Pendamping PKH Salahuddin ditemukan Sudirman bukanlah TNI bahkan lulus SMA saja tidak,”Terangnya.

Dijelaskan Kasmiati sambungnya, seperti inilah kondisi data yang ada dengan hasil pengecekan lapangan oleh Pendamping PKH. Dan beberapa KPM lain yang telah di Validasi oleh Pendamping PKH sesuai wilayah kerja masing masing.

“Harapan kami kedepan perbaikan data penerima Bansos oleh semua pihak terkait, bisa dimaksimalkan sesuai peran masing – masing stakeholders. Sehingga ada kecocokan data dengan realitas dilapangan dan bukan hanya menjadi hitungan – hitungan diatas meja semata,” ucap Kasmiati Saleh.((*hlm)