TAKALAR,PO — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah tak membuat aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Takalar terhenti. Sejumlah pegawai Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) justru memilih meninggalkan kendaraan bermotor dan mengayuh sepeda menuju kantor, Senin (14/9/2026).
Langkah sederhana tersebut dilakukan pegawai yang berdomisili di sekitar kawasan Kantor Bupati Takalar. Dengan jarak sekitar 3–4 kilometer, perjalanan menuju tempat kerja dinilai masih cukup aman dan memungkinkan ditempuh menggunakan sepeda.
Bagi para pegawai, bersepeda menjadi pilihan praktis untuk menghindari antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus mengurangi penggunaan BBM di tengah kondisi pasokan yang terbatas.
Namun, pilihan tersebut tidak sekadar persoalan menghemat bahan bakar. Aktivitas bersepeda juga membawa pesan tentang pola hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengurangan emisi kendaraan.
Kepala Diskominfo-SP Kabupaten Takalar, Suhardiyanto, S.STP., M.Si., mengapresiasi inisiatif sejumlah stafnya yang memilih bersepeda ke kantor.
“Saya sangat mengapresiasi teman-teman Diskominfo yang memilih alternatif menggunakan sepeda ke kantor di tengah kelangkaan BBM. Selain untuk menghemat BBM, bersepeda juga dapat menjadikan tubuh lebih sehat dan bugar. Ini sejalan dengan semangat efisiensi dan gaya hidup sehat ASN,” ujar Suhardiyanto.
Menurutnya, situasi keterbatasan BBM dapat disikapi dengan langkah-langkah sederhana namun memberikan manfaat nyata. Bersepeda ke kantor, kata dia, merupakan salah satu bentuk kreativitas sekaligus efisiensi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Bersepeda dapat dijadikan alternatif di tengah kelangkaan BBM. Kita harus kreatif. Bersepeda ke kantor ini kecil, tetapi dampaknya besar. Hemat, sehat, dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Salah seorang pegawai Diskominfo-SP, Hendra, mengatakan perjalanan menggunakan sepeda memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan sepeda motor. Namun, ia merasakan manfaat berbeda ketika tiba di kantor.
“Biasanya naik motor sekitar 10 menit. Kalau sepeda sekitar 20 menit. Tapi badan jadi lebih segar saat sampai kantor dan tidak pusing memikirkan antre BBM,” ungkapnya.
Pemkab Takalar mendorong kebiasaan efisiensi energi dan pola hidup sehat di lingkungan ASN. Fenomena pegawai bersepeda ke kantor diharapkan tidak berhenti sebagai respons sementara terhadap kelangkaan BBM, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah persoalan antrean dan keterbatasan BBM, langkah kecil para pegawai Diskominfo-SP tersebut setidaknya menunjukkan bahwa keterbatasan dapat direspons dengan cara sederhana: lebih hemat, tetap produktif, sekaligus menjaga kebugaran dan lingkungan.
Editor : Tim Redaksi









