BANTAENG – Memasuki hari ketiga Puncak Pelatihan Pengelolaan Usaha Home Stay Pondok Wisata yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Bantaeng di Hotel Aerotel Smile Makassar, Mulai Senin 14 hingga Rabu 16 Juni 2021.
Kegiatan Pelatihan di hari ketiga, Peserta seluruh peserta dibuat berkelompok untuk membuat Rekomendasi Pengembangan Wisata di Kabupaten Bantaeng.
Setiap Kelompok akan melakukan diskusi melahirkan rumusan di lima poin,yaitu Regulasi ,Saranan dan Prasarana,Even Atraksi, Paket Wisata dan Pembinaan Usaha Wisata.

Dengan menerapkan Protokol Kesehatan Dipandu Moderator cerdas dan memiliki basic di Sektor Pariwisata Kasi Pengembangan SDM Bidang Pengembangan SDM
Dinas Pariwisata Kab.Bantaeng
Hj Andriani Gani,S.Sos.M.Si
.membuat peserta Pelatihan Pengelolaan Usaha Home Stay semakin lebih bersemangat untuk menghasilkan ide ide cemerlang, mendorong pengembangan di Sektor Pariwisata lebih berkualitas.
“Kepada seluruh peserta yang hadir mengikuti pelatihan ini, agar tetap semangat untuk fokus menyimak panduan ilmu dari pemateri yang paparkan terkait ilmu pengelolaan Usaha Home Stay Pondok Wisata,” ujar Hj.Andriani.
Dia juga menyampaikan kepada seluruh peserta agar setelah kembali,ilmu yang didapatkan dalam pengelolaan Usaha Home Stay mampu mewujudkan pengembangan di sektor wisata yang ideal mendorong Wisata Beautyfull.
Ditempat yang sama untuk mengisi tambahan waktu Fasilitator handel dan cerdas serta memiliki basic dorongan inovasi program Rahman Ramlan membuat peserta Pelatihan Usaha Home Stay semakin lebih semangat,memotivasi agar menghasilkan ide ide cemerlang, mendorong pengembangan di Sektor Pariwisata di Bantaeng.

“Saya berikan waktu peserta 10 menit, setiap kelompok untuk menyatukan presepsi dan membuat kesimpulan dorongan rekomendasi pengembangan wisata,” jelas Rahman Ramlan.
Sementara itu Pemateri di hari ketiga panitia kegiatan pelatihan menghadirkan Bruno S.Rantetana SH Kepala Bidang Pengembangan SDM Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan memaparkan materi pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan.
“Home Stay itu sama dengan Hotel,hanya saja kafasitasnya saja beda karena lebih besar.Yang dibutuhkan disini adalah pelayanan yang efektif dan memadai, serta pasilitas lengkap sesuai kebutuhan pengunjung,” papar Bruno.
Bruno juga menjelaskan bahwa Home Stay itu tidak perlu kapasitasnya seperti hotel di kota,tang terpenting bagaiman upaya layanan yang disuguhkan betul betul dirasakan, sehingga pengunjung merasa nyaman .
“Layanan Kebersihan yang utama dan tetap kita upayakan pelayanan. Khususnya sarana dan orasarana Home Stay itu membuat pengunjung aman dan tenang dan layanan yang baik sehingga pengunjung senang,” tambahnya.
Lebih lanjut Bruno menyampaikan kepada peserta Pengelolaan Home Stay itu bagaimana upaya kita mampu menggaet wisatawan berkunjung kembali,tentunya pengelola harus kreatif.
“Banyak hal yang perlu kita pikirkan bahwa untuk mengelola dalam usaha Home Stay itu cukup kita kreatif dan berikan pelayanan yang tidak pernah dirasakan pengunjung sebelumnya.Seperti menyuguhkan musik tradisional dan serta makanan khas di daerahta,” tandasnya.
Berbagai pengalaman pemateri dibeberkan didepan peserta usaha Home Stay demi pengembangan kemajuan usaha Home Stay di Sektor Pariwisata.
“Jadi untuk lebih berkembang usaha Home Stay kita tentunya membutuhkan dukungan barbagai pihak, seperti promosi di media dan lain lain.Intinya bagaimana cara kita untuk merangsang pengunjung datang.Khususnya potensi yang kita miliki, jadi banyak hal,” imbuhnya.
