BANTAENG – Indonesia sebagai negara yang terus mengembangkan sektor ekonomi digital untuk menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, perlu melakukan terobosan dengan mempersiapkan generasi muda yang adaptif di era Revolusi Industri 4.0 dengan dukungan pembinaan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat.
Luasnya wilayah Indonesia dan sebaran SDM yang memiliki pengetahuan literasi digital menjadi tantangan tersendiri untuk pencapaian tujuan di atas, maka Kominfo berusaha memenuhi kebutuhan SDM yang memiliki kemampuan untuk menjadi pendamping masyarakat dalam literasi digital melalui kegiatan/program Pandu Digital.
Disektor penididikan, Kominfo membangun kerjasama dengan dinas pendidikan, termasuk di sulawesi selatan untuk pembentukan ekstrakurikuler pandu digital di lingkungan sekolah teruatama di tingkat menengah (SMA/SMK), dan jenjang sekolah menengah pertama (SMP)/ sederajat.
Sofyan, S.Pd, salah seorang guru dari SMA Negeri 1 Bantaeng tersenyum dan bahagia, menikmati udara pagi di halaman sekolah, duduk santai di dekat pancuran air sambil menggengam Smartphonennya yang sudah terhubung dengan internet. Berselancar di dunia maya mengikuti kegiatan seminar dan lokakarya di Pandu Digital yang sebelumnya telah dimandatir oleh Kepala SMA Negeri 1 Bantaeng
Sabtu 5 Juni 2021, Sofyan dan seorang temannya telah berhasil menjalani proses dan tahapan hingga menuntaskan 2 post tes. Akhir dari proses seminar dan workshop yang hampir seharian pelaksanaannya, tanda badge merah telah diraihnya, dari 3 tahapan yang direncanakan untuk sampai pada puncak, yakni badge merah, biru, dan badge hitam,.
Badge merah merupakan level purwa yang diberikan dari pandu digital dan diberikan kepada peserta yang memiliki pengetahuan literasi digital, sementara badge biru diberikan kepada peserta yang dianggap memiliki pemahaman dan keterampilan penyelesaian masalah dalam literasi digital.
Sedangkan badge hitam adalah level tiga setelah meraih badge merah, dan biru dengan indikator memiliki kemampuan dalam menerapkan pemahaman dan keterampilan penyelesaian masalah literasi digital di masyarakat.
“Semoga semua proses dan tahapan dapat dituntaskan dengan baik dan memberikan imbas pada sendi-sendi pendidikan terutama dalam membangun digitalisasi karakter di lingkungan SMA Negeri 1 Bantaeng,” Ujar Sofyan.
Laporan : Kamaruddin
