BANTAENG – Guna mewujudkan penurunan angka Stunting, Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bantaeng menyasar beberapa titik untuk melakukan Pertemuan sosialisasi di dua Desa yaitu Desa Pa’bumbungan di Bonto Jonga, dan Desa Parangloe berlokasi di Kampung Lembayya mengedukasi 1000 hari pertama kehidupan untuk pencegahan Stunting mulai dari ibu hamil dan anak balita hingga tumbuh remaja.
Tim Sosialisasi Stunting PKH Bantaeng melibatkan Koordinator Kabupaten dan Pendamping Kecamatan Eremerasa Guntur S.Pd, dan Hamzah S.Pd memaparkan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Stunting salahsatu issu kesehatan yang menjadi perbincangan hangat disemua elemen.
keberadaannyaa sampai hari ini masih perlu perhatian prioritas hingga tuntas.
Hal ini dijelaskan Tim PKH berbagai ragam penelitian telah dilakukan oleh sejumlah lembaga pemerhati kesehatan
yang menyimpulkan bahwa angka stunting masih sangat tinggi dibeberapa wilayah diindonesia.
Penyebabnyaa tentu beragam, mulai terkesan tidak maksimalnya penanganan secara sadar dan berkesinambungan.
Lalu apa solusi tepat yang harus diambil. Sebagai pemangku pemegang kebijakan tentu harus saling terpadu melakukan aksi aktual dengan berbagai langkah langkah yang efektif dan komprehensif.
Dengan kepedulian Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bantaeng
satu ruang kecil yang secara terpadu oleh para PDP melakukan langkah langkah kecil, yaitu menghadirkan gerakan FDS/P2K2 dengan satu buah modul.
” Modul Kesehatan dan Gizi sebagai bahan sosialisasi di hadapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).Gerakan ini akan besar dan massif jika dilakukan secara terpadu serta kolektif,” Jelas Hamzah
Dimodul tersebut mengurai tiga aspek penting
1. Pentingnya Gizi dan Layanan Kesehatan Ibu Hamil
2. Pentingnya Gizi untuk Ibu Menyusui dan Balita
3. Kesakitan pada anak dan Kesehatan Lingkungn.
Sementara itu ditempat yang sama, Koordinator Kabupaten Bantaeng Program Keluarga Harapan (PKH) Kasmiati Saleh, S.Pd. mengatakan bahwa Stunting bukanlah sebuah Penyakit karenanya tidak dapat diobati.Namun butuh perhatian untuk bisa dilakukan pencegahan dini.
“Ini menjadi salah satu bagian kecil dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting, untuk itu Tim PKH Bantaeng mengoptimalkan perubahan pola pikir masyarakat, khususnya KPM PKH melalui pemaparan modul Kesehatan,” Ujar Kasmiati, Selasa 25 Mei 2021.
Dia juga menambahkan bahwa Gizi sebagai langkah awal untuk pemaparan modul pencegahan dan penanganan stunting yang terdiri dari 8 Modul.
“Kami mengajak kepada masyarakat untuk bersama sama bersatu padu mencegah dan menangani Stunting,” imbuhnya.
Sumber : Tim PKH
