BANTAENG, PO — UPT Puskesmas Kota memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kusta melalui pencanangan Rekor MURI Kemoprofilaksis Kusta serta pengambilan sampel darah dan urine untuk skrining kusta, Selasa (27/10/2026).
Dalam kegiatan pencanangan Rekor MURI Kemoprofilaksis Kusta yang berlangsung di UPT Puskesmas Kota, sebanyak 13 orang kontak serumah dan kontak erat yang memenuhi kriteria mendapatkan edukasi serta pemberian obat rifampisin dosis tunggal sebagai kemoprofilaksis. Kegiatan ini bertujuan menurunkan risiko munculnya kasus kusta baru, melindungi kelompok yang berisiko, dan membantu memutus rantai penularan di masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan dr. Anisa, Justina Sulyani, Reski Inayah, Sugita Pattah, dan Jusriani.
Pada hari yang sama, Puskesmas Kota juga melaksanakan pengambilan sampel darah dan urine untuk mendukung skrining kusta di Kelurahan Tappanjeng dan Kelurahan Pallantikang. Sebanyak 14 orang yang terdiri atas pasien indeks dan kontak serumah mengikuti pengambilan sampel tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dr. Fatra Laeli, Justina Sulyani, Amelia Reski, dan Jusriani.
Kepala UPT Puskesmas Kota, dr. Nurfatmiyanti Gani, menegaskan bahwa pencegahan kusta membutuhkan langkah terintegrasi, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan kontak, hingga pemberian kemoprofilaksis kepada orang yang memenuhi kriteria.
“Upaya pengendalian kusta tidak hanya berfokus pada penanganan pasien, tetapi juga pada perlindungan kontak erat dan deteksi dini. Kami berharap masyarakat tidak ragu memeriksakan diri serta mengikuti anjuran petugas kesehatan agar penularan dapat dicegah sedini mungkin,” ujarnya.
Melalui dua kegiatan ini, Puskesmas Kota berkomitmen memperkuat layanan promotif dan preventif serta mendukung percepatan eliminasi kusta di Kabupaten Bantaeng. Keterlibatan masyarakat dan pemeriksaan kontak secara tepat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari stigma terhadap penderita kusta.
Abhy









