iklan Promo

Apartemen Ikan Sulsel Tembus Lima Besar SDGs Awards 2026, Jumardi Tekankan Manfaat bagi Nelayan

MAKASSAR,PO — Inovasi Apartemen Ikan Provinsi Sulawesi Selatan berhasil masuk lima besar finalis Indonesia’s SDGs Action Awards 2026. Capaian ini mendapat apresiasi dari Jumardi, selaku penyedia dan pelaksana program di lapangan, yang menilai pengembangan fasilitas tersebut perlu terus diarahkan pada pemulihan ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Jumardi mengapresiasi pemberitaan Kabarika.id yang menyoroti komitmen Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam mendorong inovasi sektor kelautan melalui program Apartemen Ikan.

Menurutnya, masuknya inovasi tersebut dalam lima besar finalis menjadi motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga mutu pekerjaan, memperkuat pelaksanaan program, serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Kami tentu sangat mengapresiasi pemberitaan ini. Masuknya Apartemen Ikan Sulawesi Selatan dalam lima besar SDGs Action Awards 2026 menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami sebagai penyedia dan pelaksana untuk terus menjaga kualitas pekerjaan serta memberikan yang terbaik di lapangan,” ujar Jumardi.

Ia menegaskan, Apartemen Ikan tidak semestinya hanya dipandang sebagai pembangunan struktur buatan di dasar laut. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya habitat ikan, menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem, serta menunjang aktivitas perikanan masyarakat pesisir.

“Bagi kami, yang paling penting bukan hanya bagaimana Apartemen Ikan dibangun, tetapi bagaimana fasilitas tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi ekosistem laut dan masyarakat nelayan. Karena itu, kualitas pekerjaan, ketepatan pelaksanaan, dan keberlanjutan manfaat menjadi perhatian kami,” katanya.

Jumardi juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, atas dukungan terhadap pengembangan inovasi di sektor kelautan.

Ia menyebut keberhasilan kebijakan pembangunan berbasis lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah berperan mendorong kebijakan dan program, sedangkan penyedia serta pelaksana teknis bertanggung jawab memastikan pelaksanaannya sesuai dengan standar dan kebutuhan di lapangan.

“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus menghadirkan inovasi di sektor kelautan. Kami sebagai penyedia dan pelaksana memiliki tanggung jawab menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi pekerjaan yang berkualitas di lapangan,” ungkapnya.

Jumardi menjelaskan, pelaksanaan program Apartemen Ikan membutuhkan koordinasi yang terencana, mulai dari persiapan, penyediaan material, proses konstruksi, transportasi, hingga penempatan struktur di lokasi yang telah ditentukan.

Setiap tahapan, kata dia, harus memperhatikan kondisi kawasan pesisir agar pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian fisik, tetapi juga mendukung tujuan ekologis dan ekonomi yang hendak dicapai.

“Pekerjaan tidak berhenti ketika unit Apartemen Ikan selesai ditempatkan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana keberadaan fasilitas tersebut dapat mendukung ekosistem dan memberikan manfaat bagi nelayan,” jelasnya.

Ia menambahkan, karakteristik setiap kawasan pesisir berbeda-beda. Karena itu, pelaksanaan program perlu didukung ketelitian, koordinasi, serta pemahaman terhadap kondisi lapangan agar penempatan fasilitas sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pengembangannya.

Berdasarkan informasi yang diberitakan sebelumnya, pada 2025 sebanyak 1.657 unit Apartemen Ikan dilaporkan telah dibangun di 13 titik dengan cakupan sekitar 11 hektare wilayah pesisir Sulawesi Selatan.

Manfaat program Apartemen Ikan juga menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai peningkatan hasil tangkapan nelayan di sejumlah kawasan pesisir.

Di Desa Kupa, Kabupaten Barru, misalnya, nelayan dilaporkan mengalami peningkatan hasil tangkapan setelah keberadaan fasilitas tersebut. Salah satu laporan menyebut hasil tangkapan ikan bakuta mencapai sekitar enam ton dalam waktu setengah hari, dengan nilai ekonomi yang ditaksir hingga Rp200 juta.

Informasi tersebut diberitakan Kabarta. Namun, besaran hasil tangkapan dan nilai ekonominya tetap perlu dilihat berdasarkan data serta periode penangkapan yang terverifikasi.

Bagi Jumardi, laporan manfaat yang dirasakan nelayan menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan dan memperkuat keberlanjutan program.

“Ketika nelayan sudah merasakan manfaatnya, tentu kami ikut bersyukur dan bangga. Sebuah program pembangunan akan memiliki makna ketika hasil akhirnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan Apartemen Ikan ke depan semakin memperhatikan kajian teknis, kebutuhan masyarakat pesisir, serta keberlanjutan lingkungan laut.

Jumardi menilai masuknya inovasi Apartemen Ikan dalam lima besar finalis Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 bukan sekadar capaian penghargaan, melainkan momentum untuk memperkuat evaluasi dan meningkatkan kualitas program.

Menurutnya, pengakuan terhadap inovasi perlu diikuti komitmen jangka panjang, termasuk pemantauan kondisi fasilitas, evaluasi manfaat ekologis, dan pengukuran dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir.

“Penghargaan tentu membanggakan, tetapi bagi kami yang lebih penting adalah bagaimana program ini terus memberikan manfaat. Kami ingin Apartemen Ikan bukan hanya menjadi program yang mendapatkan apresiasi, tetapi menjadi inovasi yang benar-benar hidup, memberikan manfaat bagi nelayan, dan membantu menjaga ekosistem laut Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Ia turut mengapresiasi media yang memberikan ruang pemberitaan bagi inovasi tersebut. Menurutnya, pemberitaan yang informatif dan konstruktif dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai upaya pengembangan sektor kelautan dan pelestarian lingkungan.

“Terima kasih kepada Kabarika.id yang telah mengangkat inovasi Apartemen Ikan. Semoga semakin banyak masyarakat mengetahui manfaat program ini dan semakin banyak pihak yang ikut mendukung pengembangan ekonomi biru di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Masuknya Apartemen Ikan Sulawesi Selatan dalam lima besar finalis SDGs Action Awards 2026 diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaksana program, nelayan, akademisi, dan masyarakat pesisir.

Ke depan, keberhasilan inovasi ini tidak hanya ditentukan oleh pengakuan dalam ajang penghargaan, tetapi juga oleh hasil evaluasi yang terukur, keberlanjutan ekosistem laut, serta manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat pesisir.

Editor : Tim Redaksi