JAKARTA,PO — Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, membuka kotak pengaduan yang masuk ke BGN. Isinya beragam. Tapi bagi dia, semua laporan itu bukan untuk saling menjatuhkan.
“Pengaduan bukan bentuk menjatuhkan. Ini cara kita menjaga agar setiap proses berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, setiap masukan warga harus diterima, diperiksa secara objektif, lalu ditindaklanjuti. Tidak boleh ada yang diabaikan, sekecil apa pun.
Sebab di balik setiap laporan, ada tanggung jawab besar negara. Yakni memastikan program makan bergizi berjalan aman, disiplin, transparan, dan benar-benar sampai ke penerima manfaat.
BGN sendiri terus memperkuat kanal pengaduan, baik melalui surat, media sosial, hingga pengaduan langsung. Tujuannya satu: menutup celah penyimpangan dan memperbaiki layanan di lapangan.
“Kalau ada yang tidak sesuai, kita perbaiki. Kalau ada yang benar, kita apresiasi. Ini demi anak-anak Indonesia dapat gizi yang layak,” ujar Sudaryono.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BGN menjaga akuntabilitas program nasional yang menyangkut jutaan anak sekolah.
Badan Gizi Nasional
Editor : Amin Redaksi









