JENEPONTO,PO – Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Sulsel terus melakukan upaya lahan pertanian yang berdampak kekeringan di 11 wilayah Kecamatan.
Hal itu dilakukan dengan melakukan pompanisasi di beberapa titik lahan yang berdampak kekeringan dibeberapa Kecamatan, seperti Bangkala, Bontoramba, Arungkeke hingga di Kecamatan Turatea.
Bantuan pompanisasi lewat Brigade Pangan telah bergerak memompa air untuk melakukan pengairan mengatasi lahan pertanian yang dilanda kekeringan saat musim kemarau El-Nino.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Bambang Hariyanto, mengatakan, bahwa saat penyuluh BPP Kecamatan telah melakukan langka langka dalam mengatasi lahan yang berdampak kekeringan. Lewat Brigade Pangan bantuan Pompanisasi dari Pemprov Sulsel telah dilakukan.
“Saat ini Brigade Pangan, penyuluh dan BPP setiap Kecamatan diarahkan ke lapangan untuk melakukan pemompaan air ke lahan yang berdampak kekeringan,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kata dia, adapun lahan pertanian yang alami kekeringan itu menyebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Jeneponto telah identifikasi.
“Hampir seluruh Kecamatan kita identifikasi, namun kita konsentrasi Bangkala dan Bangkala Barat karna pertanamannya luas, sedangkan Kecamatan lain itu kecil pertanamannya dan sumber airnya juga,” ungkapnya.
Bambang Hariyanto lebih jauh mengungkapkan, bahwa dengan adanya Bantuan Pompanisasi untuk Brigade Pangan Provinsi Sulsel sangat membantu para petani yang lahannya mengalami kekeringan.
“Pompanisasi itu diberikan kepada petani dengan sistem pinjam pakai yang lahannya alami kekeringan,”Jelasnya.
“Setelah sarana pompanisasi dipakai, maka kita berikan lagi kepada petani yang membutuhkan dengan kordinasi pihak penyuluh desa/kelurahan atau BPP Kecamatan,” tambahnya.
Kadis Pertanian Jeneponto itu sangat bersyukur, saat ini para petani telah memakai pompanisasi tersebut, Kini para petani telah menggunakan pemanfaatannya.
“Kini tiga unit sudah dirasakan manfaatnya oleh petani dan itu sangat membantu, Terimakasih atas bantuannya berharap bantuan seperti itu masih ada tambahanya. Semoga kedepanya Pemerintah Provinsi Sulsel dan Kementerian Pertanian lebih memperhatikan lahan pertanian akibat kekeringan di Kabupaten Jeneponto,”ungkapnya.
Sementara, Kepala Bidang Tanaman pangan, Irfan M, menambahkan bahwa saat ini pompanisasi Brigade Pangan telah dirasakan manfaatnya oleh para petani yang lahahnya mengalami kekeringan.
Ia ungkapkan, para petani yang berada di Desa Kayu Loe Barat dan Empoang itu telah merasakan manfaat bantuannya dengan melakukan pemompaan di lahan pertanian padinya.
“Ia, sudah dilakukan kita berikan langsung kepada petani untuk pemanfaatan pompanisasi di persawahan yang alami kekeringan dengan sumber air yang ada,”sebutnya.
Jadi sistemnya ini kita berikan sarana pompanisasi itu kepada petani yang lahanya alami kekeringan dengan melakukan pelaporan kepada penyuluh yang ada didesa/kelurahan untuk kita tindak lanjuti.
Dengan adanya bantuan tersebut dapat meminimalisir potensi akan terjadinya kekeringan terhadap lahan pertanian, sehingga dapat membantu petani antisipasi resiko dari hasil pertanian di tengah kondisi kemarau.
Firmansyah
Editor : Amin









