BOGOR,PO — Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor resmi memulai operasionalnya melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus peluncuran sekolah tersebut, Senin (10/8/2026).
Kegiatan itu dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman yang sekaligus menyampaikan sambutan kepada para peserta didik angkatan pertama.
Peluncuran SNT 7 Bogor menjadi bagian dari dimulainya operasional SNT angkatan pertama yang tersebar dari wilayah barat Pulau Sumatra hingga Papua. Para siswa yang mengikuti pembelajaran perdana tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah awal pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dudung menegaskan bahwa pembangunan SNT tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan. Program tersebut merupakan bagian dari intervensi strategis negara untuk memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas hingga ke berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, kehadiran SNT diharapkan mampu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, sekaligus membangun karakter sejak dini.
Dudung berpesan kepada para siswa agar menjadikan sekolah sebagai tempat untuk belajar, berkembang, serta berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.
Ia juga mengingatkan bahwa pencapaian akademik tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan seorang peserta didik. Pengetahuan dan prestasi harus berjalan beriringan dengan kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, serta karakter yang baik.
“Jadilah generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan prestasi, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap sesama,” pesan Dudung kepada para siswa.
Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan investasi pendidikan sebagai salah satu kunci utama dalam mempersiapkan masa depan bangsa.
Dengan dimulainya operasional SNT angkatan pertama, pemerintah berharap sekolah tersebut dapat menjadi salah satu wadah strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Para peserta didik angkatan pertama pun diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah awal perjalanan Sekolah Nasional Terintegrasi dalam membangun kualitas pendidikan Indonesia.
Kantor Staf Presiden RI
Editor : Amin Redaksi









