iklan Promo

Disdukbud Jeneponto Perkenalkan Inovasi MABBAJI KI

JENEPONTO,PO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Bidang PAUD dan PNF mengelar sosialisasi Literasi Hukum, Perlindungan Anak dan penerapan Pendidikan Anti Korupsi pada Kurikulum PAUD dalam mewujudkan PAUD MABBAJI KI, di Aula Guru Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Jla Abd. Jalil Sikki, Kecamatan Binamu, Selasa, 28 Juli 2026.

Sosialisasi itu di hadiri, Peserta Kepala PAUD se Kabupaten Jeneponto, Turut Hadir Bunda PAUD Hj Salmawati Paris, Kepala Bidang PAUD dan PNF serta pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Seksi PAUD Bidang PAUD dan PNF DIKBUD Jeneponto, Salahuddin AL Ayyubi, menyampaikan, bahwa sosialisasi ini merupakan program strategis yang dianggarkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Seksi PAUD Bidang PAUD dan PNF Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 55 Satuan Pendidikan PAUD se-Kabupaten Jeneponto.

Sementara, Bunda PAUD Jeneponto, Hj. Salmawati Paris, menyampaikan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi yang paling krusial dalam membentuk karakter dasar anak anak kita. Olehnya karna itu, pengenalan terhadap norma dasar, perlindungan anak, dan literasi Hukum menjadi penting sangat penting untuk menjamin hak hak anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, aman dan nyaman.

“Sosialisasi ini sebuah langka maju dan wujud nyata komitmen kita bersama, sejalan dengan tema yakni, ‘Membangun Ekosistem PAUD yang Berintegritas, Aman, Inklusif, Transparan dan Bebas Gratifikasi melalui keteladanan Pendidik,” ujarnya dalam sambutannya.

Hj. Salmawati Paris menambahkan dalam membuka kegiatan sosialisasi tersebut, Salah satu jalan terbaik adalah melalui pendidikan. Karna, Pendidikan tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menggembleng moral dan integritas. Kita harus menanamkan 9 nilai Anti Korupsi sejak dini kepada anak anak.

Maka dari itu, untuk memudahkan nilai nilai tersebut lewat sosialisasi, kita telah memiliki Inovasi kearifan lokal yaitu semangat PAUD “MABBAJI KI”, sebuah ajakan mulia dalam bahasa Makassar berarti, ‘Mari Kita Berbuat Baik atau Memperbaiki’ yang merangkut 9 nilai Integritas. M (Mandiri) A (Adil) B (Berani) B (Bertanggung Jawab) A (Aksi Peduli) J (Jujur) I (Disiplin) K (Kerja Keras) I-Irit/Sederhana.

Keberhasilan penerapan nilai ‘MABBAJI Ki’ ini sangat bergantung pada keteladanan anak anak. Tentunya itu keteladanan dari Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan para pendidik adalah kunci utamanya.

“Tentunya, Komitmen penerapan pembelajaran anti korupsi dan penciptaan area PAUD yang menolak gratifikasi. Mari wujudkan ekosistem sekolah yang transparan dan berintegritas tinggi”pungkas yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto itu.

Sedangkan, Kepala Bidang PAUD dan PNF Agus Rizal DM, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, mengharapkan agar kegiatan ini menjadi role model penerapan PAUD yang berintegritas dengan menerapkan Pendidikan Anti Korupsi di satuan PAUD.

Apalagi apa yang kita lakukan dalam mewujudkan Inovasi PAUD “MABBAJI KI'” di Kabupaten Jeneponto sebagai upaya mengintegrasikan nilai-nilai dari 9 karakter utama (Mandiri, Adil, Berani, Bertanggung Jawab, Aksi Peduli, Jujur, Disiplin, Kerja Keras, Irit/Sederhana) dalam kegiatan pembelajaran.
9 Nilai Karakter Inovasi PAUD “MABBAJI KI'”.

“Inovasi PAUD “MABBAJI KI'” di Kabupaten Jeneponto merupakan akronim dari 9 nilai karakter Pendidikan Anti Korupsi (PAK) yang diintegrasikan secara holistik dalam kurikulum pembelajaran anak usia dini,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto optimis 55 satuan PAUD sasaran mampu memelopori penerapan kurikulum berintegritas MABBAJI KI’, sehingga menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang aman, ramah, jujur, dan bebas dari korupsi serta gratifikasi.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan, Tanda Tangga Komitmen Bersama/MoU Satuan Pendidikan dalam Melaksanakan Penerapan Pendidikan Anti Korupsi dalam Mewujudkan PAUD MABBAJI KI’.

Para peserta pun antusias mengikuti serangkai kegiatan serapan ilmu dari para narasumber terlampir, terdiri dari Polres Jeneponto, Inspektorat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dimana agar kapasitas para peserta semua semakin meningkat dalam memberikan perlindungan dan pendidikan terbaik bagi anak anak Jeneponto.

Firmansyah

Editor : Amin