iklan Promo

Gubernur Sulsel Tinjau Progres Perbaikan Jalan Strategis Sinjai–Bulukumba

BULUKUMBA,PO – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan proyek multiyears (Multi Years Project/MYP) pada ruas jalan Tanaberu–Tanete dan Sinjai–Kajang yang saat ini memasuki tahap penyelesaian bahu jalan serta pelapisan ulang (overlay) aspal guna meningkatkan kualitas dan kenyamanan jalan.

Pengerjaan kedua ruas jalan tersebut merupakan bagian dari Paket MYP bersama paket lainnya dengan total nilai investasi mencapai sekitar Rp487 miliar. Khusus untuk wilayah Kabupaten Bulukumba, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur jalan dalam program ini mencapai sekitar Rp40 miliar hingga Rp50 miliar.

Ruas Tanete–Tanaberu dan Sinjai–Kajang merupakan jalur strategis yang berfungsi sebagai akses penghubung antara Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bulukumba. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan pada ruas tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berharap adanya peningkatan kualitas infrastruktur guna memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara bertahap terus melakukan pembenahan pada ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi tersebut. Selain peningkatan kualitas jalan, pembangunan dan perbaikan sejumlah jembatan pendukung juga telah dilaksanakan, termasuk jembatan yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Ia juga memohon maaf atas adanya gangguan akses dan ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama proses pekerjaan berlangsung.

“Peningkatan infrastruktur jalan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Selasa 16 Juni 2026.

Dengan rampungnya pekerjaan ini nantinya, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan efisien, sekaligus memperkuat konektivitas antar daerah di wilayah selatan Sulawesi Selatan.(*)