iklan Promo

BBPP Batangkaluku bersama Penyuluh Dinas Pertanian Jeneponto Tingkatkan Pengetahuan Alsintan

JENEPONTO,PO – Untuk mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bekerjasama Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto serta BPPSDMP Kementerian Pertanian mengelar Pelatihan Tenaga Kompeten Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan bagi Penyuluh Pertanian.

Peningkatan keterampilan ini untuk pengenalan dan pengoperasian berbagai macam alat dan mesin pertanian (ALSINTAN), diantaranya Hand Traktor, Traktor Roda 4 dan Combine Harvester (mesin panen padi).

Pelatihan itu dibuka langsung oleh Katimker Pengelolaan Penyuluh Kab. Jeneponto mewakili kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Rafiuddin, S. Pt., M. Si, dihadiri langsung perwakilan dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) BatangKaluku, Zainal, SP, yang dipusatkan di BPP Turatea, Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto, Sulsel, selama tiga hari.

Koordinator BPP Turatea Dinas Pertanian Jeneponto, Muhammad Taslim, SP mengatakan, kegiatan pelatihan ini sangat baik, karna penyuluh dari 11 BPP Kecamatan diberikan pengetahuan baik dari materi, Inti penunjang dan praktek dalam mengoperasikan alsinta pertanian.

“Tentunya, pelatihan ini kita apresiasi apa yang telah di berikan oleh pihak BBPP Batangkaluku bagi penyuluh/petani di 11 BPP,” ucapnya lewat pesan whatsappnya, kepada awak media, Selasa, 19 Mei 2026.

Kata dia, 11 BPP Kecamatan se Jeneponto diikuti perwakilan masing-masing yang hadir sebanyak 18 orang peserta. Terlihat mereka antusias menyaksikan dan mempraktekkan penggunaan alat Alsintan tersebut.

“Animo dari peserta adalah bahwa kegiatan ini sangat menarik, karna kenapa mereka dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh peserta pelatihan tentang pengenalan dan pengoperasian berbagai alatsintan modern,” ungkapnya.

Koordinator BPP Turatea lebih jauh menjelaskan, bahwa tujuannya agar para peserta yang ikut pelatihan ini dapat mengeplementasikan ilmu keterampilan yang diperoleh untuk para petani. Sehingga, para petani tidak canggung lagi untuk melakukan pengoperasian alsintanya di wilayah masing-masing.

“Para peserta ini dapat memberikan manfaat pengetahun dan keterampilan pengoperasian alsintan dapat sampai ke petani,” ujar Muhammad Taslim.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Jeneponto, Bambang Hariyanto menambahkan, pelatihan ini dilakukan agar para peserta tidak hanya paham teori, tapi juga memiliki keterampilan teknis yang bisa langsung diterapkan di lapangan disampaikan kepada para petani.

Sehingga, kami berharap agar para peserta dapat memahami apa yang telah diberikan baik teori mampu secara praktenya. Agar kita dapat bersama sama mendukung kemandirian pangan melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.

“Upaya ini dapat mempercepat adopsi mekanisasi pertanian dilapangan, para penyuluh dapat menjadi motor penggerak pemanfaatan alsintan secara optimal untuk swasembada pangan,” ungkap Kadis Pertanian itu dalam keterangan.

Dengan adanya kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari strategis peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung produktivitas dan efesiensi di lapangan.

 

Firmansyah