iklan Promo

Dorong Kepedulian, Mahasiswa Kesmas UIT Berbagi Takjil di Makassar

MAKASSAR,PO – Himpunan Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Timur (FKM UIT) menggelar aksi sosial Ramadan dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat di Jalan Sultan Alauddin, Rabu, 25 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Aksi sosial tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang mengusung tema “Bertumbuh dalam Iman, Bergerak dalam Kebersamaan: Merajut Kepedulian di Bulan Berkah Ramadan 1447 Hijriah”, sebagai refleksi peran mahasiswa kesehatan masyarakat dalam mengintegrasikan nilai keagamaan dengan pengabdian sosial.

Selain Mahasiswa, kegiatan ini turut dihadiri Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UIT Marthyni, S.KM., M.Kes., Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Rahma Sri Susanti, S.KM., M.Kes., serta dosen-dosen di lingkup Prodi S1 Kesmas FKM UIT. Kehadiran pimpinan fakultas dan program studi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada penguatan karakter dan kepedulian sosial.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada masyarakat pengguna jalan dan warga sekitar. Selain berbagi makanan berbuka, mahasiswa juga menanamkan pesan sederhana terkait pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa, seperti menjaga pola makan seimbang, hidrasi yang cukup, dan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Abdul Basir, S.Ag., M.H. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema orang-orang yang dirindukan oleh surga dengan merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa terdapat empat golongan manusia yang dirindukan oleh surga, yakni orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an, menjaga lisan dan ucapan, memberi makan orang yang lapar, serta menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dr. Abdul Basir menjelaskan bahwa keempat golongan tersebut mencerminkan keseimbangan antara ibadah spiritual dan kepedulian sosial, yang sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa dan nilai-nilai kesehatan masyarakat. Menurutnya, membaca Al-Qur’an membentuk ketenangan dan kedalaman spiritual, menjaga lisan mencerminkan etika sosial, memberi makan orang lapar merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, sementara puasa melatih pengendalian diri dan empati terhadap masyarakat yang kurang mampu.

Ia mengajak mahasiswa untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, tidak hanya dalam aspek ibadah personal, tetapi juga dalam membangun karakter sosial yang peduli, santun, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat pengabdian dan promotif-preventif yang menjadi landasan dalam bidang kesehatan masyarakat.

Dekan FKM UIT, Marthyni, S.KM., M.Kes., mengatakan kegiatan aksi sosial Ramadan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual mahasiswa kesehatan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan empati agar mampu memahami permasalahan kesehatan masyarakat secara holistik.

Sementara itu, Ketua Himaprodi S1 Kesmas, Ursila Julia Saputri, mengatakan aksi sosial dan buka puasa bersama ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas antar anggota serta menjadi sarana pembelajaran nyata dalam menerapkan nilai-nilai kesehatan masyarakat, seperti kepedulian, pencegahan, dan promosi kesehatan berbasis komunitas.

Melalui kegiatan ini, Himaprodi S1 Kesmas FKM UIT berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan peran sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi dan memberdayakan masyarakat, sejalan dengan semangat promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

(Humas UIT)