BANTAENG,PO – UPT Puskesmas Campagaloe di bawah pimpinan Baucaya, S.Kep., Ns. melaksanakan kegiatan edukasi keluarga pasien dan tracing kontak pasien suspek pertusis dan campak di Desa Bonto Rannu dan Desa Bonto Cinde, Jumat 30/l Januari 2026)
Kegiatan ini melibatkan Tim Surveilans, Promosi Kesehatan (Promkes), serta Bidan Dusun sebagai upaya cepat mencegah potensi penularan penyakit menular di lingkungan sekitar pasien.
Petugas memberikan edukasi langsung kepada keluarga pasien serta masyarakat sekitar, termasuk di kantor desa tempat pasien bekerja. Materi edukasi difokuskan pada pemahaman tentang penyakit menular, cara penularan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.



Ketua tim kegiatan, Yusri Kartika, SKM., M.Epid., menjelaskan bahwa tracing kontak dilakukan untuk mengetahui jumlah orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien suspek.
“Tracing ini penting agar kita bisa mendeteksi lebih dini kemungkinan penularan. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula dilakukan langkah pencegahan,” ujarnya.
Selain melakukan pelacakan kontak, tim juga mengajak keluarga pasien untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan rumah, memperhatikan etika batuk dan bersin, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala serupa.
Menurut petugas Promkes, pendekatan edukasi langsung ke keluarga dinilai lebih efektif karena masyarakat dapat memahami risiko penyakit sekaligus langkah konkret pencegahannya.
“Kami tidak hanya datang untuk mendata, tapi juga membangun kesadaran. Kesehatan itu dimulai dari rumah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Campagaloe berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan semakin meningkat, sekaligus mampu memutus mata rantai penularan penyakit menular sejak dini.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Puskesmas Campagaloe dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular melalui pendekatan edukatif, preventif, dan humanis.
Abhy








