BANTAENG,PO- UPT Puskesmas Lasepang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menggelar dua kegiatan kesehatan sekaligus di SD Negeri 7 Letta, Kelurahan Letta, Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan tersebut meliputi cek kesehatan gratis bagi guru serta penyuluhan bahaya NAPZA bagi siswa kelas VI.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT Puskesmas Lasepang, Akbar Arfa, SKM., MM, bersama tim kesehatan dari program PTM dan NAPZA. Sejak pagi, suasana sekolah tampak berbeda. Para guru satu per satu menjalani pemeriksaan kesehatan, sementara siswa mengikuti edukasi kesehatan di ruang kelas.
Sebanyak 22 orang guru menjalani pemeriksaan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah (GDS). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang kerap tidak disadari penderitanya.

Menurut Akbar Arfa, kesehatan guru memiliki peran penting dalam menciptakan proses belajar yang optimal.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kalau gurunya sehat, maka proses belajar mengajar juga akan berjalan baik. Karena itu kami hadir untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau,” ujarnya.
Di waktu yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) kepada 50 orang siswa kelas VI. Penyuluhan ini dipandu langsung oleh Akbar Arfa, SKM., MM bersama pemegang Program NAPZA, Armasari, S.Kep., Ns.
Dengan bahasa sederhana dan pendekatan yang ramah anak, siswa diperkenalkan pada jenis-jenis NAPZA, dampak buruknya terhadap tubuh dan masa depan, serta pentingnya berani menolak ajakan mencoba rokok, minuman keras, maupun zat terlarang lainnya.
Suasana kelas terasa hidup saat para siswa diajak berdialog dan berbagi pendapat tentang pergaulan sehat. Beberapa siswa mengaku baru memahami bahwa rokok termasuk zat adiktif yang bisa menimbulkan ketergantungan dan merusak kesehatan.
“Kami ingin anak-anak mengenal bahaya NAPZA sejak dini. Pencegahan harus dimulai sebelum mereka terpapar lingkungan yang salah. Kalau mereka sudah paham risikonya, mereka akan lebih kuat menjaga diri,” jelas Akbar Arfa.
Pihak sekolah menyambut baik kehadiran Puskesmas Lasepang yang dinilai tidak hanya peduli pada kesehatan fisik, tetapi juga pada keselamatan mental dan perilaku siswa.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Melalui pemeriksaan guru dan edukasi siswa secara bersamaan, Puskesmas Lasepang berharap tercipta lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman penyalahgunaan zat adiktif.
Abhy








