MAKASSAR,PO— Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Timur (FISIP UIT) Makassar mengukuhkan 26 sarjana baru melalui upacara yudisium di Aula Konsentrasi Kampus I UIT, Jalan Rappocini Raya, Makassar, Jumat (9/10/2026).
Para lulusan tersebut berasal dari tiga program studi, yakni Ilmu Komunikasi sebanyak 15 orang, Ilmu Administrasi Negara delapan orang, dan Ilmu Pemerintahan tiga orang. Seluruh peserta dinyatakan telah memenuhi persyaratan akademik dan menyelesaikan tugas akhir sebagai bagian dari proses pendidikan tinggi.
Yudisium ini tidak hanya menandai berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, menjaga integritas, serta mengambil peran di tengah masyarakat dan dunia profesional.
Wakil Rektor I UIT, Yurniati, S.ST., SKM., M.Kes., dalam sambutannya mengapresiasi ketekunan para mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia menegaskan, gelar akademik bukan sekadar pencapaian formal, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui sikap dan kontribusi nyata.
“Gelar sarjana ilmu sosial dan ilmu politik membawa konsekuensi moral yang nyata di tengah masyarakat. Capaian ini bukan sekadar selembar ijazah, melainkan sebuah amanah akademik untuk berkontribusi aktif, menjaga integritas, dan mengabdi demi kemajuan keluarga, masyarakat, serta bangsa,” ujar Yurniati.
Ia juga mendorong para lulusan untuk menjaga nama baik almamater dan terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi tantangan di dunia kerja maupun lingkungan sosial.
Menurutnya, UIT tetap membuka kesempatan bagi alumni yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S-2), baik melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) maupun program reguler.
Sementara itu, Dekan FISIP UIT, Prof. Dr. H. Wahyuddin Hamid, M.Si., secara resmi menetapkan kelulusan para peserta yudisium sekaligus hak penggunaan gelar akademik sesuai program studi masing-masing.
Lulusan Ilmu Komunikasi berhak menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.), Ilmu Administrasi Negara memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos.), sedangkan lulusan Ilmu Pemerintahan menyandang gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP.).
Prof. Wahyuddin menekankan pentingnya menjaga mutu pendidikan sebagai fondasi dalam mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing. Ia menyebutkan, kualitas akademik FISIP UIT didukung capaian akreditasi pada program studi yang dikelolanya.
Program Studi Ilmu Komunikasi telah meraih predikat Akreditasi Unggul, sementara Program Studi Ilmu Pemerintahan memperoleh predikat Baik Sekali. Adapun Program Studi Ilmu Administrasi Negara telah terakreditasi secara nasional.
“Pencapaian hari ini adalah legitimasi atas seluruh rangkaian uji kompetensi dan proses pembelajaran yang taat asas. Kami berharap para alumni tetap menjaga keterikatan almamater dan berkontribusi aktif dalam pengembangan jejaring akademik FISIP UIT ke depan,” tegasnya.
Pelaksanaan yudisium tersebut turut dihadiri Wakil Rektor IV UIT Dr. Ir. Affandy Agusman Aris, S.T., M.T., M.H., M.M.; Wakil Dekan FISIP Dr. Muh. Zulkifli Tahir, S.Sos., M.I.Kom.; Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Dr. Fyan Andinasari Kuen, S.IP., M.I.Kom.; Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara Dr. Andi Risma Jaya, S.IP., M.Adm.KP.; serta Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan St. Mirza, S.IP., M.Si.
Hadir pula Ketua RPL Dr. Ruslimin, S.Sos., M.Si., Kepala Lembaga Bahasa Muhammad Alias, S.S., M.Hum., serta jajaran civitas akademika FISIP UIT.
Melalui yudisium ini, FISIP UIT berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu menerapkan ilmu, menjunjung etika, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sesuai bidang keahlian masing-masing.
Humas UIT
Editor : Tim Redaksi









