TAKALAR,PO — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar mendapat perhatian setelah empat guru di UPT SDN 58 Lengkese mengalami keluhan gatal-gatal dan pembengkakan usai mencicipi menu makanan pada Senin (21/9/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Kesehatan langsung melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan mengambil sampel makanan untuk memastikan keamanan menu yang disajikan dalam program MBG.
Dari pemeriksaan terhadap dua sampel makanan, salah satunya terindikasi mengandung boraks. Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena boraks merupakan bahan yang tidak semestinya digunakan dalam pangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber pasti keluhan yang dialami para guru dan kepala sekolah.
Menurutnya, gejala berupa gatal-gatal hingga pembengkakan dinilai sebagai reaksi alergi. Namun, penyebab spesifiknya belum dapat dipastikan, termasuk apakah berkaitan dengan nasi, lauk ayam, atau komponen makanan lainnya.
“Dari hasil pemeriksaan laboratorium, salah satu sampel makanan yang kami periksa terindikasi mengandung boraks. Ini tentu tidak boleh terjadi,” kata Nilal.
Ia meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Takalar memperketat pemeriksaan bahan baku sebelum makanan diproses dan didistribusikan kepada penerima manfaat.
Nilal menekankan bahan pangan yang digunakan harus dalam kondisi baik, aman dikonsumsi, serta memenuhi ketentuan keamanan pangan dan kesehatan.
“Saya berharap seluruh SPPG di Takalar benar-benar memperhatikan setiap bahan makanan yang akan diolah, memastikan bahan tetap segar, bebas zat berbahaya, dan memenuhi standar keamanan pangan serta kesehatan yang berlaku,” ujarnya.
Menurut dia, keamanan makanan harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan MBG. Pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap makanan yang telah siap dibagikan, tetapi juga terhadap bahan baku dan proses pengolahannya.
Pemerintah Kabupaten Takalar memastikan pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa sekaligus memastikan program MBG berjalan sesuai standar.
Program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan jaminan bahwa makanan yang disajikan aman, higienis dan memenuhi standar kesehatan.
Temuan indikasi boraks tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan berlapis dalam pelaksanaan program MBG. Setiap bahan yang masuk ke dapur pengolahan perlu diperiksa secara cermat agar tujuan program dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat tidak terganggu oleh persoalan keamanan pangan.
Tim Redaksi









