iklan Promo

Kastaf Dudung: Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis dan LTJ Terus Diperkuat

Jakarta,PO – Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan berbagai hambatan dalam ekspor mineral berhasil diurai melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola ekspor mineral kritis sekaligus mendorong percepatan hilirisasi industri nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman dalam wawancara bersama jurnalis CNBC Indonesia, Shafinaz Nachiar, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dalam keterangannya, Dudung menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan kepastian bagi pelaku usaha tanpa mengabaikan aspek kepatuhan terhadap regulasi. Melalui fasilitasi KSP, berbagai pihak dipertemukan untuk menyelesaikan persoalan yang sempat menghambat aktivitas ekspor mineral.

“KSP mempertemukan kementerian dan lembaga terkait, aparat penegak hukum, perusahaan surveyor, BUMN, serta pelaku usaha untuk menyamakan persepsi dan membangun solusi bersama. Dengan demikian, ekspor mineral yang telah memenuhi seluruh ketentuan dapat kembali berjalan, sembari pemerintah melakukan penyempurnaan regulasi,” ujar Dudung.

Ia menegaskan, langkah tersebut tidak hanya bertujuan mengatasi kendala ekspor dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat tata kelola sektor pertambangan agar lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Selain itu, KSP turut mendorong percepatan hilirisasi Logam Tanah Jarang (LTJ) sebagai salah satu komoditas strategis nasional. Menurut Dudung, Indonesia harus mampu memanfaatkan potensi sumber daya mineral untuk menghasilkan produk bernilai tambah, sehingga tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.

“Penguatan hilirisasi akan meningkatkan daya saing industri nasional, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi negara,” katanya.

Melalui sinergi lintas sektor dan penyempurnaan kebijakan, pemerintah optimistis tata kelola ekspor mineral kritis dan pengembangan industri berbasis Logam Tanah Jarang dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kantor Staf Presiden

Editor : Amin publikasi