Jakarta,PO – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur penyedia makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa SMKN 6 Semarang mengalami gangguan kesehatan, Minggu 02 Agustus 2026.
Kepala BGN, Sudaryono, turun langsung ke Kota Semarang untuk memastikan penanganan para siswa sekaligus mengevaluasi penyebab insiden tersebut.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sekitar 700 siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan gangguan pencernaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 siswa sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan puskesmas. Namun, kondisi para siswa kini dilaporkan berangsur membaik dan stabil.
Hasil investigasi awal mengindikasikan adanya pelanggaran prosedur dalam proses pengolahan makanan. Diketahui, makanan mulai dimasak pada pukul 21.00 WIB malam hari dan baru didistribusikan kepada siswa sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB keesokan harinya.
Jeda waktu yang terlalu panjang tersebut diduga menyebabkan penurunan kualitas makanan dan berpotensi memicu gangguan kesehatan pada penerima manfaat.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, BGN resmi menjatuhkan sanksi penghentian sementara (suspend) terhadap dapur penyedia makanan hingga proses investigasi tuntas. Selain itu, Surat Peringatan (SP) juga diberikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), koordinator lapangan (korcam), serta mitra pengelola yang terlibat.
BGN juga akan mempercepat penerapan sistem digitalisasi pengawasan dapur guna memperketat kontrol kualitas. Sistem tersebut akan mencatat waktu memasak, penggunaan bahan dan bumbu, hingga proses distribusi makanan secara real time yang dapat dipantau oleh sekolah, orang tua, dan dinas kesehatan.
“Kami tidak akan mentoleransi kelalaian dalam pelaksanaan program ini. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Atas insiden ini, kami menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh,” tegas Sudaryono.
Badan Gizi Nasional
Editor : Amin publikasi









