JAKARTA,PO – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmennya membangun tata kelola lembaga yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kualitas layanan gizi. Meski belum genap satu bulan mengemban amanah sebagai Kepala BGN, ia menyebut terdapat sejumlah pekerjaan besar yang harus segera dibenahi.
Menurut Sudaryono, terdapat tiga fokus utama yang menjadi prioritas BGN pada masa kepemimpinannya, yakni penguatan integritas institusi, pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta peningkatan transparansi dalam pelaksanaan program.
Fokus pertama adalah memperkuat integritas kelembagaan. Sudaryono menegaskan BGN membuka ruang seluas-luasnya kepada aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan, untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada masa lalu.
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada mekanisme hukum yang berlaku. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya, Kamis 30 Juli 2026.
Fokus kedua adalah pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Ia menekankan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar menyediakan makanan dalam jumlah banyak atau memiliki cita rasa yang baik, melainkan memastikan setiap penerima manfaat memperoleh asupan gizi yang sesuai standar nasional.
Saat ini, kata Sudaryono, BGN mengelola lebih dari 27.469 dapur aktif yang dipimpin oleh para abdi negara. Seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk bekerja secara profesional, menjaga kebersihan, serta menyajikan makanan yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
“Kualitas gizi adalah ukuran keberhasilan program ini. Karena itu seluruh proses harus dijalankan secara bersih, tertib, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, fokus ketiga adalah memperkuat transparansi dan pengawasan publik. Menurutnya, program berskala nasional seperti MBG tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan berbagai pihak.
Sudaryono mengajak kementerian, pemerintah daerah, aparat pengawas, hingga masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program, mulai dari proses distribusi, kebersihan dapur, hingga kualitas menu yang disajikan.
“Silakan awasi, berikan masukan, dan sampaikan kritik yang membangun. Pengawasan publik merupakan bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.
Ia menegaskan, persoalan masa lalu sepenuhnya menjadi ranah aparat penegak hukum. Sementara itu, BGN saat ini fokus membangun tata kelola yang bersih serta memastikan setiap penerima manfaat memperoleh layanan gizi yang berkualitas.
Badan Gizi Nasional
Editor : Amin publikasi









