MAKASSAR,PO – Wakil Ketua Yayasan Universitas Indonesia Timur (UIT), Aminuddin, SH., MH., menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang digelar secara daring dari Pascasarjana Kampus IV UIT, Kamis, 7 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin berbagi pengalaman dan perjalanan kariernya kepada mahasiswa, alumni, dosen, serta para peserta webinar yang hadir. Ia mengungkapkan rasa bangga sebagai alumni Fakultas Hukum Unhas dan mengenang dua momen penting dalam hidupnya selama menjadi bagian dari kampus tersebut.
“Saya secara pribadi memiliki dua momen yang paling membanggakan terkait almamater Universitas Hasanuddin. Pertama, saat melihat pengumuman UMPTN dan dinyatakan lolos masuk di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Kedua, saat ini bisa kembali berbagi pengalaman dan bersilaturahmi dengan adik-adik mahasiswa serta teman-teman alumni angkatan 1999,” ujarnya.
Aminuddin menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Unhas, dirinya kini dipercaya sebagai dosen sekaligus pengurus Yayasan Indonesia Timur yang menaungi Universitas Indonesia Timur. Menurutnya, pengalaman belajar di Fakultas Hukum Unhas menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan adaptasi di berbagai bidang profesi.
Ia juga menceritakan pengalamannya saat mengajar mahasiswa baru Fakultas Hukum. Dalam sesi perkuliahan perdana, ia kerap menanyakan alasan mahasiswa memilih jurusan hukum. Beragam jawaban pun muncul, mulai dari ketertarikan terhadap gelar Sarjana Hukum hingga luasnya peluang profesi yang dapat dijalani lulusan hukum.
“Dari Fakultas Hukum, kita bisa melihat begitu banyak profesi yang dapat dijalani, seperti jaksa, hakim, kepolisian, militer, akademisi, hingga pengelola lembaga pendidikan. Pengalaman di Fakultas Hukum Unhas membuat kita mampu beradaptasi dan mengembangkan diri di berbagai profesi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aminuddin memaparkan pengalamannya dalam mengelola perguruan tinggi swasta di bawah Yayasan Indonesia Timur. Ia mengatakan bahwa pengelolaan perguruan tinggi swasta memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan perguruan tinggi negeri, terutama dalam hal pengembangan institusi dan penerimaan mahasiswa baru.
Menurutnya, perguruan tinggi negeri seperti Unhas memiliki keunggulan dari sisi reputasi dan kepercayaan masyarakat, sehingga calon mahasiswa datang dengan sendirinya. Sementara perguruan tinggi swasta harus lebih kreatif dan strategis agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pendidikan tinggi.
“Kalau perguruan tinggi negeri seperti Unhas, tanpa promosi pun calon mahasiswa akan tetap berebut masuk karena kualitas dan nama besarnya sudah dipercaya masyarakat. Berbeda dengan perguruan tinggi swasta yang harus memiliki strategi dan inovasi agar tetap berkembang,” ungkapnya.
Untuk menjaga keberlanjutan dan pengembangan institusi, Aminuddin menyebut Yayasan Indonesia Timur terus membangun berbagai unit usaha penunjang, di antaranya rumah sakit, perbankan, perhotelan, hingga supermarket.
Kegiatan webinar Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Unhas tersebut turut dihadiri dosen, alumni, praktisi hukum, serta mahasiswa dari berbagai kalangan.
(Humas UIT)








