Jeneponto,PO – Jembatan sepanjang 60 meter dan lebar 2 meter yang menghubungkan Lingkungan Maricayya, Kelurahan Benteng, dengan Lingkungan Bokopanrang, Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala itu sudah tidak tak difungsikan sejak tahun 2020.
Sejak tak difungsikannya oleh masyarakat sebagai salah satu akses Jembatan Gantung untuk menghubungkan dua wilayah tersebut.
Kini, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa bersama Pasi Ter Kodim 1425 Lettu Cba Hasanuddin melakukan survei lokasi jembatan gantung yang tengah dikaji untuk rencana rehabilitasi oleh TNI.



letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa bersama rombongan disambut Danramil 1425-02/Bangkala Mayor Arm Andi Irvan Bahtiar, Lurah Benteng, Lurah Pallengu, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat, Jumat, 5 Desember 2025.
Berdasarkan keterangan Karaeng Baso salah satu tokoh masyarakat setempat, bahwa jembatan ini dibangun melalui PNPM Kecamatan Bangkala pada tahun 2012 dan diresmikan pada 2014. Namun setelah insiden seorang pengendara motor terjatuh akibat balok jembatan patah pada tahun 2020, akses ini terpaksa ditutup.
Sejak terbengkalai, pelajar, nelayan, petani, serta masyarakat umum harus memutar sejauh 7 kilometer untuk melintasi wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi keluhan warga dan mendorong perlunya kajian rehabilitasi agar akses masyarakat kembali efisien.
Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menyampaikan bahwa survei ini merupakan tahap awal untuk mengumpulkan data akurat sebelum rencana rehabilitasi diputuskan.
“Kami perlu memastikan kondisi terkini jembatan, tingkat kerusakannya, dan kebutuhan teknis di lapangan. Semua itu harus dikaji secara cermat sebelum keputusan diambil,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa proses perencanaan melibatkan koordinasi lintas pihak, baik TNI, pemerintah setempat, maupun unsur masyarakat.
“Rencana rehabilitasi harus disesuaikan dengan kemampuan, aturan, dan skala prioritas. Karena itu, masukan dari pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat sangat penting dalam penyusunan konsep awal perbaikan,” ujar Dandim.
Dandim berharap kajian ini dapat menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat setempat.
“Harapan kami, upaya ini dapat membuka jalan bagi peningkatan akses dan mobilitas warga. Jika rencana rehabilitasi dapat direalisasikan nantinya, kami ingin hasilnya benar-benar memberi manfaat luas, terutama bagi pelajar, petani, dan nelayan yang selama ini terdampak akibat putusnya jembatan,” tutupnya.
Firmansyah








