Bantaeng, PO – Menyambut tahun pelajaran 2025/2026, SMKN 3 Bantaeng kembali membuka pendaftaran melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sekolah menengah kejuruan yang terletak di luar pusat kota ini membuka kuota sebanyak 288 siswa, yang akan dibagi ke dalam 8 rombongan belajar (rombel).
Kepala UPT SMKN 3 Bantaeng Wahidah Wahyuni S.Pd,M.Pd mengatakan bahwa ada tujuh jurusan keahlian ditawarkan, mulai dari bidang teknologi sampai bidang kesehatan Perawat dan Farmasi .
Dijelaskannya bahwa dari keseluruhan program, Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) menjadi dua jurusan yang paling diminati calon peserta didik hingga pertengahan Mei ini.
“Sudah ada sekitar 200 pendaftar yang masuk sampai hari ini. Kami optimis kuota akan terpenuhi karena minat siswa terhadap bidang keterampilan yang kami tawarkan cukup tinggi,” ujar Wahidah saat ditemui publikasionline.id Rabu, 21 Mei 2025.

Selain lanjut Wawa sapaan akrabnya, ada dua jurusan favorit tersebut, SMKN 3 Bantaeng juga memiliki keunggulan tersendiri yakni sekolah kejuruan di Bantaeng yang membuka jurusan Desain Pemodelan & Informasi Bangunan (Teknik Arsitektur). Jurusan ini membuka peluang besar bagi lulusan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun langsung terjun ke dunia jasa konstruksi,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pendidikan keterampilan, sekolah ini juga menjalin berbagai kerja sama strategis dengan dunia industri dan dunia kerja. Di antaranya, Toyota, PT Huadi, RS Anwar Makkatutu, serta sejumlah hotel lokal di Bantaeng. Beberapa kerja sama tersebut bahkan sudah berjalan selama dua tahun berturut-turut.
“Dengan kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa lulusan SMKN 3 Bantaeng tidak hanya punya keterampilan, tapi juga punya jaringan kerja yang kuat. Kami ingin mereka tidak kesulitan mencari pekerjaan begitu lulus,” tutur Wahidah yang apaan akrabnya Wawa.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan setara bagi seluruh calon siswa, sekolah ini juga membuka posko layanan pendaftaran bagi siswa yang kesulitan mengakses sistem pendaftaran secara online. Selain menyediakan perangkat komputer, para guru bahkan rela meminjamkan ponsel pribadi untuk digunakan siswa mendaftar.
“Kami memahami kondisi geografis sekolah dan kendala teknis yang dihadapi calon murid, terutama dari wilayah pelosok. Kami mendampingi mereka dari pembuatan akun hingga proses tes potensi akademik,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, pihak sekolah berharap adanya kebijakan khusus yang memungkinkan SMKN 3 Bantaeng membuka opsi pendaftaran secara luring (offline). Hal ini dianggap penting agar tidak ada calon siswa yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses teknologi.
Berikut daftar tujuh jurusan yang tersedia di SMKN 3 Bantaeng:
• Desain Pemodelan & Informasi Bangunan (Teknik Arsitektur)
• Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
• Teknik Instalasi Tenaga Listrik
• Teknik Sepeda Motor
• Asisten Keperawatan
• Teknologi Farmasi
• Desain Komunikasi Visual
Dengan pendekatan pendidikan berbasis Teknologi digital 4.0 dan dukungan dari beberapa mitra industri, SMKN 3 Bantaeng terus berupaya mencetak lulusan yang siap kerja dan siap bersaing baik di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
(Aby)








