iklan Promo
Tak Berkategori  

Raup Puluhan Juta Perbulan, Muhlis Optimis Melaju di Kewirausahaan

BANTAENG – Meski Indonesia masih dilanda Pandemi Covid 19, bagi Muhlis tidak menyurutkan semangat berusaha. Pemuda milenial ini terus mengembangkan usahanya di bidang pertanian pada subsektor peternakan, yakni ternak burung puyuh.

Usahanya semakin terbantu dengan adanya bantuan dana hibah kompetitif dari Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) dari Kementerian Pertanian.

Diceritakan Muhlis, sejak tahun 2020 beternak puyuh di desanya, Desa Pattallasang, Dusun Kampung Parang, Kabupaten Bantaeng.

Awalnya dia hanya berbekal modal sekitar Rp 3,5 juta, dengan populasi awal 200 ekor. Hal ini sebagai tahap awal untuk mengetahui respon pasar, potensi mitra dan kondisi lingkungan.

“Dengan populasi 1300 ekor, mampu memproduksi rata 12 rak/hari.1 raknya berisi 90 butir telur dengan harga jual 30 rbu, dengan demikian perharinya omset mencapai 360.000. Maka perbulan 10.800.0000. Dan pertahun bisa mencapi Rp129.600.000,” ujar Muhlis Rabu, 8 Desember 2021.

Seiring berkembangnya usaha ternak puyuh yang dilakukan, masyarakat Kabupaten Bantaeng dan sekitarnya juga meningkat dalam mengkonsumsi telur puyuh.

Terbukti dengan banyaknya permintaan antara lain untuk menjadi bahan campuran bakso, bakso bakar, nugget telur puyuh.

Dijelaskan Muhlis, bahwa Prospek usaha ternak puyuh sangat menjanjikan khususnya bagi pemuda milenial di Kabupaten Bantaeng.

“Usaha ternak puyuh saat ini masih sangat terbatas, sehingga belum mampu memenuhi permintaan pasar lokal. Dengan bantuan dana dari Program YESS, pasti akan membantu usaha yang kami kembangkan saat ini dalam memenuhi permintaan pasar,” jelasnya.

Yang terpenting, lanjut Muhlis, dalam menjalankan usaha budidaya puyuh petelur ini adalah pengetahuan terkait perlakuan, baik dari pakan, vaksinasi, pencegahan dan penanganan penyakit. Juga tidak boleh dilupakan adalah akses atau jalur distribusi pasar.

Untuk kotoran yang dihasilkan oleh puyuh petelur, kata Muhlis, dijadikan sebagai pupuk kompos atau didistribusikan ke tempat usaha yang bergerak pada pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk kompos.

“Artinya tidak ada satupun yang terbuang dalam usaha budidaya ini, semuanya diolah dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” jelas Muhlis.

Untuk puyuh yang sudah memasuki masa afkir dengan umur kisaran dua tahun, para milenial muda Bantaeng menjual kembali ke warung makan dan restoran untuk disajikan sebagai kuliner.

Motivasi singkat dari Muhlis yang merupakan pemilik usaha Harapan Jaya ini adalah “Apapun harapanmu, pelajari, rencanakan, aksi dan berjayalah”.

Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) adalah program kerjasama antara Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Program ini fokus pada regenerasi petani dengan melahirkan petani serta wirausaha pertanian milenial.

Salah satu implementasi program YESS adalah memfasilitasi bantuan modal melalui kegiatan Competitive Grant atau hibah kompetitif.

Bantuan ini diperuntukkan bagi wirausaha muda pertanian yang belum mendapatkan akses perbankan. Tujuannya, agar mereka bisa mengembangkan serta mengelola usahanya.

Hanya saja tambah Muhlis dirinya akui permintaan lebih besar dibanding dengan hasil populasi yang ada saat ini, sehingga optimis terus untuk pengembangan pada usahanya.

“Terus terang saat ini permintaan konsumen lebih tinggi dari pada populasi yang ada saat ini.Nah untuk itu saya terus berupaya bagaimana permintaan itu bisa kita maksimalkan,” tambahnya.

Muhlis juga berharap bagi pemuda milenial yang ingin bergelut di subsektor usaha budidaya dirinya membukakan ruang untuk diskusi saling membagi ilmu dan pengalaman.

“Semisal ada rekan rekan pemuda milenial yang ingin bergelut disubsektor kewirausahaan budidaya ternak puyuh, saya siap untuk saling membagi ilmu dan pengalaman,silahkan datang ke tempat saya,” tutur Muhlis