BANTAENG – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Bissappu Kebijakan Merdeka Belajar memberi kemerdekaan setiap unit pendidikan untuk berinovasi. Salah satu esensi Merdeka Belajar adalah menggali potensi terbesar para guru dan siswa untuk terus berinovasi agar pembelajaran bermanfaat sepanjang hayat bagi Guru dan siswa.
Bermusyawarah dengan sejumlah Guru mata pelajaran Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pak (MGMP) Bahasa Indonesia mengenai esensi Merdeka Belajar tersebut, Ketua Komunitas Guru Belajar Nasional, Usman Djabbar menyampaikan, gagasannya untuk memperkuat pendekatan pendidikan dan peran guru melalui pendidikan literasi dan numerasi dalam dunia pendidikan yang berlandaskan semangat Merdeka Belajar.
“Literasi adalah kemampuan nalar menggunakan bahasa sedangkan numerasi ialah kemampuan bernalar menggunakan matematika. medium yang membantu murid dalam mengenali bakat mereka. Mengenali bakat, dimulai dari minat yang kemudian memunculkan kecintaan. Untuk menumbuhkan kecintaan itu, diperlukan orang dewasa sebagai teladan, yaitu para Guru,” jelas Usman Djabbar, dikutip dalam aula SMPN 3 Bissappu Bantaeng, Sabtu 20 Februari 2021.
Melalui MGMP Bahasa Indonesia, (20/2/2021) Usman Djabbar mengatakan, bahwa tujuan merdeka mengajar dan belajar itu bukan serta merta untuk membuat siswa seenaknya saja, melainkan untuk menumbuhkan kenyamanan pada saat proses pembelajaran berlangsung guna menambah daya tanggap siswa.
“Inovasi dalam pembelajaran akan merangsang kepekaan yang difasilitasi oleh guru, yang nantinya akan mendorong siswa lebih merdeka dalam berkarya dan berinovasi,” ujarnya.
Terkait Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.
Seorang Guru haruslah mecetak siswa berdaya cipta yang bisa mengembangkan kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter,” jelasnya.
Materi yang disampaikan oleh Usman Djabbar mengenai Guru merdeka mengajar dan Siswa Merdeka Belajar disambut positif oleh peserta MGMP Bahasa Indonesia.
Salah satu diantaranya Muh. Irham Hidayat salah seorang peserta MGMP Bahasa Indonesia dan Guru dari SMPN 1 Bantaeng sempat menanyakan “Dalam era 4.0 sekarang, seperti apa inovasi yang dikembangkan tekhususnya untuk literasi dan numerasi dalam dunia pendidikan dimasa pandemi ini?yang kedua bagaimana memerdakakan seorang siswa? agar kata merdeka tidak salah kaprah.”
Melalui dialog singkat Irham mengatakan puas dari apa yang dipaparkan oleh pemateri “Akan menjadi fokus tersendiri buat saya kedepannya agar terus mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran didunia pendidikan Bantaeng yang berlandaskan semangat merdeka mengajar,” Pungkasnya.
Kegiatan MGMP Bahasa Indonesia pada pekan ini dilaksanakan di sekolah SMPN 3 Bissappu, waktu pelaksanaanya dimulai pada pukul 08.00 s.d 12.00 WITA, musyawarah kali ini tetap mengedepankan protokol kesehatan.
