BANTAENG, PO – Tim sepak bola putra Kabupaten Bantaeng membidik kemenangan saat menghadapi Kabupaten Sidrap pada laga terakhir penyisihan Grup B Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026, Minggu (8/11/2026).
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bantaeng, Haji Muhammad Said, menyatakan optimistis skuad berjuluk Butta Toa tersebut mampu mengamankan tiga poin sekaligus membuka jalan menuju babak semifinal.
Kemenangan atas Sidrap akan membuat Bantaeng mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Hasil itu sekaligus memperbesar peluang Bantaeng mengakhiri persaingan Grup B di posisi puncak klasemen.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Bantaeng mengawali perjuangannya dengan kemenangan tipis 1-0 atas Kabupaten Barru, kemudian bermain imbang 0-0 ketika berhadapan dengan Kota Parepare.
Tambahan empat poin dari dua laga menempatkan Bantaeng di posisi teratas klasemen sementara Grup B. Modal tersebut menjadi bekal penting menghadapi Sidrap dalam pertandingan penentuan.
“Kami optimistis anak-anak mampu meraih hasil terbaik saat menghadapi Sidrap. Dengan modal empat poin dari dua pertandingan, tentu kami ingin menutup fase grup dengan kemenangan dan mengamankan tujuh poin. Namun, semua itu harus diperjuangkan dengan kerja keras, disiplin, dan kekompakan di lapangan,” ujar Muhammad Said.
Anggota DPRD Bantaeng itu juga memastikan jajaran pengurus Askab PSSI Bantaeng berencana hadir langsung di lapangan untuk memberikan dukungan kepada para pemain.
Menurutnya, perjuangan atlet di arena Porprov membutuhkan perhatian dan motivasi bersama. Dukungan tidak hanya datang dari pengurus cabang olahraga, tetapi juga seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap prestasi olahraga daerah.
Secara khusus, Muhammad Said menyampaikan apresiasi kepada Ketua KONI Bantaeng, Haji Tasrif Labandu, beserta jajaran pengurus yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan terhadap perjuangan tim sepak bola putra Bantaeng.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Ketua KONI Bantaeng beserta seluruh jajaran. Dukungan ini menjadi tambahan motivasi bagi para pemain. Mereka harus sadar bahwa ada masyarakat Bantaeng yang menaruh harapan dan mendoakan perjuangan mereka. Karena itu, bawalah nama daerah ini dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Selain menargetkan kemenangan, Muhammad Said mengingatkan para pemain agar tetap menjaga soliditas tim. Ia meminta seluruh pemain tidak saling menyalahkan apabila terjadi kesalahan atau kekurangan selama pertandingan.
Baginya, sepak bola merupakan olahraga kolektif yang menuntut kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab seluruh pemain. Setiap kekurangan di lapangan harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan pada laga berikutnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran, mematuhi instruksi pelatih, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Target kami tentu melangkah sejauh mungkin di Porprov ini. Kami ingin anak-anak tampil maksimal, menjaga kondisi fisik, disiplin mengikuti arahan pelatih, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Jangan cepat puas dengan hasil sementara karena perjuangan belum selesai. Kita harus berjuang sampai peluit akhir,” tegasnya.
Laga kontra Sidrap pun menjadi ujian penting bagi Bantaeng untuk memastikan kelanjutan perjuangan di Porprov XVIII Sulsel 2026. Kemenangan bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga menjadi peluang bagi Butta Toa mengunci posisi terbaik di Grup B dan melangkah ke semifinal.
MC KONI Bantaeng










