iklan Promo

Dari “Tengkulak Budiman” hingga Wamentan, Muhammad Saleh Siap Dampingi Amran Majukan Pertanian

JAKARTA, PO — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengawali tugas barunya dengan satu hal yang sudah tidak asing baginya: Kementerian Pertanian (Kementan).

Bukan kali pertama ia berada di lingkungan Kementan. Sejak masih berpangkat kolonel, Muhammad Saleh mengaku telah berulang kali datang dan berkoordinasi dengan jajaran Kementan dalam berbagai urusan yang berkaitan dengan pertanian dan ketahanan pangan.

Kini, ia kembali bukan sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari jajaran pimpinan Kementan untuk mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan pertanian nasional.

Hal itu disampaikan Muhammad Saleh saat acara penyambutan dirinya sebagai Wamentan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/10/2026).

“Sebenarnya ruangan ini sudah tidak asing lagi bagi saya. Dari mulai saya berpangkat kolonel, mungkin saya sudah bolak-balik di sini, Pak,” kata Muhammad Saleh.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut Muhammad Saleh sebagai bagian dari keluarga besar Kementan. Amran menyebut sosok Wamentan tersebut bukan figur baru bagi kementerian yang dipimpinnya.

“Selamat datang di keluarga besar Kementerian Pertanian. Pak Muhammad Saleh ini bukan orang baru, beliau sudah sering berada di Kementerian Pertanian sejak masih berpangkat kolonel,” ujar Amran.

Menurut Amran, penugasan Muhammad Saleh merupakan amanah Presiden yang harus dijawab dengan kerja keras dan sinergi seluruh jajaran Kementan.

“Ini adalah amanah dari Bapak Presiden. Beliau orang lama dengan kita dan mudah-mudahan pertanian semakin maju ke depan,” katanya.

Muhammad Saleh membawa pengalaman panjangnya berinteraksi dengan masyarakat, termasuk ketika dirinya bertugas sebagai Komandan Korem.

Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika ia berdiskusi dengan petani mengenai hubungan antara petani dan pedagang dalam tata niaga hasil pertanian.

Dari percakapan tersebut, muncul istilah yang ia sebut sebagai “tengkulak budiman”—sebuah gambaran mengenai hubungan perdagangan yang tetap memberikan keuntungan dan manfaat bagi petani.

“Saya bilang, ‘Pak, ada nggak tengkulak budiman?’ ‘Ada, Pak.’ Masa nggak ada sih tengkulak budiman,” tutur Muhammad Saleh.

Ia bahkan pernah membayangkan menjadi “tengkulak budiman” setelah pensiun dari TNI. Namun, rencana tersebut justru berubah setelah dirinya mendapat kepercayaan mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan petani itu turut membentuk perspektif Muhammad Saleh mengenai pembangunan pangan. Menurut dia, pembangunan pertanian tidak cukup hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga harus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh petani.

Karena itu, kesejahteraan petani, pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi sumber daya pertanian menjadi bagian dari agenda yang perlu terus diperkuat.

Muhammad Saleh menyadari bahwa membangun kedaulatan pangan bukan pekerjaan sederhana. Berbagai tantangan membutuhkan kerja bersama, konsistensi, serta koordinasi lintas sektor.

Namun, ia memilih melihat tantangan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan target pembangunan pertanian nasional.

“Kalau kata Bapak Presiden, make impossible possible. Tapi itu bagian dari ikhtiar,” ujarnya.

Ia pun menegaskan kesiapannya mendukung visi Menteri Pertanian sekaligus bekerja bersama jajaran Kementan dan para petani untuk mendorong kemajuan sektor pertanian.

“Untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan oleh Bapak Menteri Pertanian, oleh seluruh petani-petani kita, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin,” tegasnya.

Dalam menjalankan tugas, Muhammad Saleh juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka. Ia menyatakan tidak ingin membangun sekat dalam berkoordinasi dengan jajaran Kementan maupun pihak-pihak yang berkepentingan dengan pembangunan pertanian.

“Insya Allah saya tidak ada jarak, bisa datang, berkomunikasi, bisa bertemu sapa,” katanya.

Kehadiran Muhammad Saleh di jajaran pimpinan Kementan menambah komposisi kepemimpinan dalam menjalankan agenda pembangunan pertanian dan kedaulatan pangan nasional.

Dari sosok yang sebelumnya kerap datang ke Kementan untuk berkoordinasi, kini Muhammad Saleh berada di dalam struktur untuk ikut mengambil bagian dalam pekerjaan besar tersebut: memperkuat pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendorong berbagai tantangan pangan menjadi peluang yang dapat diwujudkan.

 

Sumber : Kementan RI

Editor : Tim Redaksi