iklan Promo

Pasukan BUTTA TOA Revolusi Desak APH Selidiki KARHUTLA Gunung Loka

BANTAENG,PO— Pasukan Butta Toa Revolusi, Wawan Copel, memberikan apresiasi terhadap sinergi TNI, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, dan unsur gabungan yang telah bekerja memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Loka, Desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere, Bantaeng.

Namun, padamnya api bukan berarti persoalan selesai. Aparat Penegak Hukum (APH) didesak segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Kebakaran dilaporkan terjadi pada Kamis malam, 1 Oktober 2026, dan nyaris merembet ke permukiman warga. Pemerintah daerah juga menyebut pemicu kebakaran masih dalam penelusuran dan telah meminta pihak kepolisian mengusutnya.

“Kami mengapresiasi seluruh unsur yang turun memadamkan api. Tetapi setelah api padam, tugas berikutnya adalah mengungkap bagaimana kebakaran itu bisa terjadi. Jangan sampai hanya apinya yang dipadamkan, sementara penyebabnya tidak pernah terungkap.”

Pasukan Butta Toa Revolusi, Wawan Copel, menekankan agar APH melakukan pemeriksaan berdasarkan fakta dan bukti di lapangan, termasuk menelusuri titik awal kebakaran, kronologi kejadian, kemungkinan adanya kelalaian maupun unsur kesengajaan, serta pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi sebelum dan saat kebakaran terjadi.

Jika ditemukan dugaan tindak pidana, proses hukum harus dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

SELIDIKI PENYEBABNYA!
TELUSURI FAKTANYA!
UNGKAP JIKA ADA UNSUR PIDANA!
PROSES SESUAI HUKUM!

Pasukan Butta Toa Revolusi — Wawan Copel
“Bersatu, Bergerak, Revolusi!”

Abhy