iklan Promo

Gotong Royong Jadi Kekuatan Kementan Perkuat Swasembada Pangan Nasional

JAKARTA,PO— Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperkuat swasembada dan kemandirian pangan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melalui arahan yang dibacakan Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Suwandi mengatakan, pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat merupakan kerja bersama yang melibatkan petani, penyuluh, petugas lapangan, pemerintah, hingga berbagai pemangku kepentingan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya utamanya kepada para petani, para penyuluh dan petugas lapangan serta para pemangku kepentingan lainnya yang telah bekerja keras menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah kerja yang terintegrasi, kerja bersama-sama, kerja gotong royong,” kata Suwandi.

Menurut dia, kolaborasi tersebut telah memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan memenuhi kebutuhan pangan sekitar 286 juta penduduk, Indonesia disebut telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan.
“Beberapa indikator yang memperlihatkan bahwa ketahanan pangan kita telah teruji dengan baik dan kuat serta tangguh. Dengan berbagai upaya telah dilakukan, potensi produksi telah membuahkan hasil yang menggembirakan,” ujarnya.
Delapan komoditas yang disebut telah mencapai swasembada meliputi beras, jagung pakan, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, gula konsumsi, daging ayam, dan telur ayam.

Kementan, lanjut Suwandi, akan terus memperkuat capaian tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong pengembangan swasembada daging sapi, kerbau, susu, dan bawang putih, sekaligus memperkuat orientasi ekspor produk pertanian.
Selain menjaga ketersediaan pangan pokok, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap peningkatan nilai tambah komoditas pertanian melalui program hilirisasi.

“Bapak Presiden Prabowo memberikan perhatian yang serius terhadap peningkatan nilai tambah, peningkatan ekspor, pengurangan impor, peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui hilirisasi komoditas pertanian,” ujar Suwandi.

Hilirisasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan bioetanol sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak. Sejumlah komoditas pertanian seperti jagung, ubi kayu, dan tebu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dalam sektor tersebut.
Dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, Suwandi mengajak seluruh jajaran Kementan meningkatkan kualitas kinerja dan memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi pembangunan pertanian.

“Saya mengajak seluruh jajaran pegawai di Kementerian Pertanian melalui semangat kesaktian Pancasila untuk tetap semangat bekerja, menjaga kesehatan, dan tetap mengejar target kualitas output dan dampak dari kinerja sebagai bentuk tanggung jawab dalam menyukseskan program pembangunan pertanian dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila,” katanya.

Ia menekankan, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam setiap langkah jajaran Kementan, termasuk melalui terobosan, inovasi, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik, berkontribusi nyata untuk Indonesia dan lakukan berbagai terobosan, inovasi, kreativitas, inspirasi agar Indonesia menjadi kokoh, Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.

Dua pilihan judul singkat dan tajam:
Kementan: Gotong Royong Jadi Kunci Perkuat Swasembada Pangan
Kementan Klaim 8 Komoditas Pangan Indonesia Telah Swasembada.

Sumber  : Kementan RI

Editor : Tim Redaksi