iklan Promo

PKKMB FISIP UIT Bekali Mahasiswa Baru Jadi Pemimpin Masa Depan

MAKASSAR,PO — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia Timur (UIT) membekali mahasiswa baru dengan kompetensi akademik, keterampilan digital, kepemimpinan, hingga kemampuan komunikasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan pembangunan nasional.

Pembekalan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FISIP UIT Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Kampus 1 UIT, Jalan Rappocini Raya, Makassar, Kamis (24/9/2026).

Mengusung tema “Membentuk Pemimpin Muda FISIP yang Berintegritas, Kritis, Adaptif, dan Berdampak bagi Masyarakat”, kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memahami lingkungan akademik sekaligus membangun karakter sebagai calon profesional dan pemimpin masa depan.

Dekan FISIP UIT, Prof. Dr. Wahyuddin Hamid, M.Si., menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa baru yang kini memasuki fase pendidikan tinggi.

Menurutnya, FISIP UIT saat ini menaungi tiga program studi, yakni Ilmu Komunikasi dengan Akreditasi Unggul, Ilmu Pemerintahan dengan Akreditasi Baik Sekali, serta Ilmu Administrasi Negara yang telah terakreditasi.

Pada tahun akademik 2026/2027, FISIP UIT menerima 56 mahasiswa baru melalui jalur reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jalur RPL diperuntukkan bagi peserta yang memiliki pengalaman belajar maupun pengalaman kerja, termasuk aparatur dan pegawai instansi yang melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.

Program RPL pada Prodi Ilmu Pemerintahan tercatat menjadi salah satu jalur dengan animo peserta tertinggi.

Prof. Wahyuddin menekankan, kehidupan perguruan tinggi menuntut mahasiswa memiliki kesadaran dan kemandirian dalam mengembangkan kapasitas diri. Karena itu, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan.

Ia menjelaskan tiga aspek yang perlu dikembangkan mahasiswa, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Aspek kognitif diarahkan pada penguatan wawasan dan pengetahuan secara mandiri. Aspek afektif berkaitan dengan pembentukan etika, karakter, serta sikap profesional. Sementara aspek psikomotorik diarahkan pada pengembangan keterampilan praktis, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan berkolaborasi melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan.

Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Indonesia Emas 2045

Rektor UIT, Prof. Dr. Syamsir Dewang, M.Eng.Sc., F.Med., menegaskan bahwa ilmu sosial dan politik memiliki peran penting dalam memahami tata kelola publik serta dinamika kebijakan pemerintahan.

Ia mendorong mahasiswa FISIP tidak hanya menguasai disiplin ilmu masing-masing, tetapi juga memiliki kompetensi tambahan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kalian adalah calon pemimpin bangsa. Ilmu Sosial dan Politik bertugas mengatur tata kelola publik dan memperbaiki kebijakan pemerintah,” ujar Syamsir.

Menurutnya, mahasiswa perlu memperkuat keahlian, kemampuan public speaking, kecakapan memanfaatkan media sosial dan teknologi digital, serta penguasaan bahasa asing.

Bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting, selain bahasa asing lainnya seperti Jepang, Mandarin, maupun Korea yang dapat memperluas peluang akademik dan profesional.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut, UIT juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk studio komunikasi yang diarahkan menjadi ruang pengembangan kreativitas mahasiswa di bidang komunikasi, media, dan konten digital.

Perkuat Kerja Sama dan Akses Dunia Kerja

Sementara itu, Wakil Rektor IV UIT, Dr. Ir. Affandy Agusman Aris, ST, MT, MM, MH, memaparkan perkembangan kerja sama kelembagaan yang dapat ditindaklanjuti di tingkat fakultas melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kerja sama tersebut mencakup sejumlah BUMN, perusahaan swasta nasional, serta instansi pemerintah pusat.

Salah satu yang dipersiapkan adalah kolaborasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui program KKN tematik dan riset bersama.

Kerja sama dengan berbagai sektor industri juga diarahkan untuk membuka ruang pengembangan kompetensi dan peluang karier bagi mahasiswa maupun lulusan.

Affandy menyebut, lulusan UIT telah berkarier di sejumlah perusahaan internasional, termasuk di Jepang, Dubai, dan Kuwait.

Menurutnya, jejaring kerja sama perguruan tinggi dengan pemerintah dan dunia industri menjadi bagian penting dalam mempertemukan kebutuhan akademik dengan perkembangan dunia profesional.

PKKMB FISIP UIT 2026 turut dihadiri jajaran pimpinan universitas dan fakultas, di antaranya Asisten Direktur II Prof. Dr. H. Rusdin Nawi, M.Si.; Wakil Dekan FISIP Dr. Muh. Zulkifli Tahir, S.Sos., M.I.Kom.; Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara Dr. Andi Risma Jaya, S.IP., M.Adm.KP.; Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Dr. Fyan Andi Nasari Kuen, S.IP., M.I.Kom.; Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Sitti Mirza, S.IP., M.Si.; serta para dosen, tenaga kependidikan, pengurus BEM, MPM, dan mahasiswa baru FISIP UIT.

Versi ini sengaja mengurangi narasi seremonial dan lebih menonjolkan tiga nilai berita: 56 mahasiswa baru, penguatan kompetensi digital dan bahasa asing, serta jejaring kerja sama yang berkaitan dengan KKN, riset, dan peluang karier.

 

Humas UIT

Editor : Tim Redaksi