iklan Promo

IEU-CEPA Dipercepat, Prabowo Dorong Ekspor dan Industri TPT Menguat

JAKARTA,PO — Presiden Prabowo Subianto meminta penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dipercepat. Pemerintah kini memfinalisasi kelengkapan dokumen perjanjian tersebut sebagai bagian dari langkah membuka akses pasar yang lebih besar bagi produk Indonesia di kawasan Uni Eropa.

Arahan itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Percepatan IEU-CEPA menjadi perhatian pemerintah karena perjanjian dagang tersebut diproyeksikan memperluas peluang ekspor sekaligus mendorong perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa.

Kementerian Perdagangan sebelumnya menyebut I-EU CEPA telah mencapai substantial conclusion pada September 2025. Kedua pihak selanjutnya menuntaskan prosedur internal dengan target penandatanganan pada kuartal IV 2026 sebelum masuk tahap ratifikasi dan implementasi.

Dari sisi akses pasar, perjanjian tersebut mencakup liberalisasi sekitar 98 persen pos tarif kedua pihak, yang mencakup sekitar 99,5 persen dari total nilai impor. Sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia, seperti minyak sawit dan turunannya, tekstil, alas kaki, serta produk karet, juga diproyeksikan memperoleh tarif nol persen setelah perjanjian berlaku.

Dalam rapat yang sama, pemerintah turut membahas penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Sektor ini menjadi salah satu industri padat karya dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 4 juta orang dan nilai ekspor sekitar US$12 miliar.

Penguatan TPT diarahkan melalui sejumlah langkah, mulai dari memastikan ketersediaan bahan baku, menata arus impor yang berpotensi mengganggu industri domestik, hingga memperkuat kapasitas industri yang berorientasi ekspor.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memanfaatkan perluasan akses pasar global sekaligus memperkuat basis industri nasional.

Dengan percepatan IEU-CEPA dan pembenahan sektor TPT, pemerintah mendorong agar peluang perdagangan dengan Uni Eropa tidak berhenti pada pembukaan pasar, tetapi dapat diikuti peningkatan kapasitas produksi, investasi, dan daya saing industri dalam negeri.

 

Sumber: Sekretariat Kabinet

Editor : Tim Redaksi