iklan Promo
News  

BBM Mengular di Jeneponto, Antrean Capai 3 Kilometer

JENEPONTO,PO — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kondisi ini memicu keluhan warga yang harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi BBM jenis Pertalite.

Pantauan di lapangan, Senin (14/9/2026), antrean kendaraan tampak mengular di sejumlah SPBU. Di salah satu SPBU yang berada di kawasan Jalan Lingkar Jeneponto, antrean kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mencapai sekitar tiga kilometer.

Situasi serupa terlihat di SPBU yang berada di Jalan Provinsi Sulawesi Selatan poros Jeneponto-Bantaeng. Antrean bahkan memanjang hingga memasuki badan jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Panjang antrean membuat sejumlah pengendara harus datang sejak dini hari. Mereka mengaku rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM bersubsidi untuk melanjutkan perjalanan maupun memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari.

Salah seorang warga, Iwan, mengaku sudah mengantre sekitar tiga jam setelah tiba di SPBU sejak pukul 05.00 WITA. Ia memilih mengisi Pertalite di Jeneponto karena hendak melanjutkan perjalanan menuju Makassar.

“Tadi saya datang sekitar jam 5 subuh. Sudah dua sampai tiga jam mengantri untuk isi BBM. Kami mau ke Makassar, jadi ambil Pertalite di sini,” ujar Iwan kepada awak media publikasionline.id, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, kondisi antrean panjang tersebut bukan baru terjadi hari ini. Ia menyebut situasi serupa telah berlangsung sekitar sepekan dan terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Jeneponto.

“Sudah mungkin tujuh hari begini, entah kenapa bisa terlalu lama antre di SPBU,” katanya sambil menggeser kendaraannya mengikuti antrean.

Polisi dan Pemda Turun Pantau Antrean

Panjangnya antrean kendaraan juga mendapat perhatian aparat. Personel Polres Jeneponto bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan melakukan patroli untuk memantau situasi sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan antrean BBM tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat di sejumlah ruas jalan.

Warga berharap pemerintah bersama pihak terkait segera memastikan ketersediaan dan distribusi BBM berjalan normal sehingga masyarakat tidak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.

Selain jaminan pasokan yang stabil dan merata, masyarakat juga meminta pengawasan diperketat terhadap distribusi BBM bersubsidi. Penertiban terhadap praktik penyalahgunaan atau penyelewengan BBM bersubsidi dinilai penting agar pasokan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU yang dikonfirmasi awak media belum memberikan keterangan mengenai penyebab panjangnya antrean dan kondisi pasokan BBM di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah dan pihak terkait juga masih dinantikan keterangannya untuk memastikan penyebab antrean serta langkah konkret yang akan dilakukan agar situasi segera terurai.

 

Firmansyah

Editor : Amin