BANTAENG,PO — Pembinaan atlet di Kabupaten Bantaeng mulai diarahkan lebih terukur. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantaeng menggelar tes fisik bagi atlet dari berbagai cabang olahraga selama tiga hari, 12–14 September 2026, di GOR Malilingi Bantaeng.
Tes tersebut tidak sekadar menjadi agenda pengukuran kebugaran. KONI Bantaeng menjadikannya sebagai instrumen untuk memetakan kondisi fisik atlet sekaligus menyediakan data yang dapat digunakan pelatih dalam mengevaluasi dan menyusun program latihan secara lebih tepat sasaran.
Sejumlah atlet mengaku mendapat gambaran baru mengenai kemampuan fisik mereka setelah mengikuti rangkaian pengujian.

Atlet Akuatik Bantaeng, Reski Hidayat, mengatakan tes tersebut membantunya mengetahui kondisi fisik secara lebih terukur.
“ Saya bisa mengetahui kondisi fisik saya berkat tes ini, terima kasih untuk KONI Bantaeng,” ujar Reski.
Pengalaman serupa dirasakan atlet Panjat Tebing, Desi Ayu Andira. Ia menilai pengujian tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi bahan evaluasi pribadi, terutama terkait daya tahan dan kecepatan.
“Terima kasih KONI Bantaeng karena memberi pengalaman baru mengikuti tes fisik atlet. Saya jadi tahu daya tahan dan speed saya. Ke depan saya akan memperbaiki dan terus berlatih untuk meningkatkan hasil daya tahan saya,” kata Desi.
Bagi pelatih, hasil tes tersebut dinilai penting karena memberikan gambaran objektif mengenai kondisi atlet yang selama ini lebih banyak dinilai melalui proses latihan.
Pelatih Sepak Takraw, Yuliana atau Ana, yang juga merupakan mantan atlet PON asal Bantaeng, mengapresiasi pelaksanaan tes tersebut. Ia menyebut pengujian seperti beep test sebelumnya belum pernah dilakukan dan kini dapat membantu pelatih mengevaluasi kemampuan atlet.
“Saya berterima kasih kepada pengurus KONI. Dengan adanya tes fisik seperti tes beep ini, karena sebelumnya belum pernah dilakukan, ini sangat membantu pelatih mengevaluasi kemampuan atlet untuk ke depannya,” ungkap Ana.

Hal senada disampaikan Nurhikmah, pelatih Akuatik. Menurutnya, hasil tes akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pembinaan berikutnya.
“Untuk hasil tes fisik yang diikuti atlet kami, kami tentu akan memperbaiki fisik atlet-atlet kami ke depannya,” ujarnya.
Data Fisik Jadi Dasar Pembinaan
Ketua Tim Penguji sekaligus Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bantaeng, A. Irsan Anwar, menegaskan tes fisik merupakan bagian penting dalam membangun sistem pembinaan atlet yang terukur.
Menurutnya, hasil pengujian akan memberikan gambaran mengenai kondisi fisik masing-masing atlet. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu pijakan dalam melakukan evaluasi serta menyusun pola latihan berdasarkan kebutuhan atlet dan karakteristik cabang olahraga.
Penguatan pembinaan tersebut juga ditopang pengalaman A. Irsan Anwar di bidang kepelatihan. Selain dipercaya sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bantaeng, ia merupakan pengurus Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) bidang Kepelatihan dan baru dilantik pada 5 September 2026 di Jakarta.
Pelaksanaan tes selama tiga hari diharapkan menghasilkan gambaran kondisi fisik atlet Bantaeng secara lebih objektif. Hasil pengukuran itu kemudian dapat dimanfaatkan masing-masing pelatih untuk menentukan aspek yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan.

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, KONI Bantaeng berupaya menggeser pembinaan atlet dari sekadar rutinitas latihan menuju pola yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya KONI Bantaeng meningkatkan kualitas pembinaan dan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Bantaeng di level yang lebih tinggi.
Tim MC









