MAKASSAR,PO — Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar memasuki tahapan penting suksesi kepemimpinan. Senat UIT menetapkan lima calon rektor untuk periode 2026–2031 melalui Rapat Senat Terbuka Penyampaian Visi-Misi dan Pemilihan Calon Rektor di Kampus 5 UIT, Jalan Abdul Kadir No. 70, Makassar, Jumat (11/9/2026).
Pemilihan tersebut digelar menjelang berakhirnya masa jabatan Rektor UIT pada 22 Oktober 2026. Sebelum memasuki tahap pemungutan suara, delapan bakal calon rektor terlebih dahulu menjalani proses verifikasi dan menyampaikan visi, misi serta gagasan strategis mereka di hadapan anggota senat.
Delapan bakal calon tersebut yakni Dr. Patawari, S.H., M.H.; Dr. Abdul Rahman, S.Pt., S.E., M.M., M.Kes.; Dr. Arjang, S.T., M.T., M.M.; Dr. apt. Ajeng Kurniati Roddu, S.Si., M.Kes.; Prof. Dr. H. Rusdin Nawi, M.M., M.Si.; Prof. Dr. Syamsir Dewang, M.Eng.Sc., F.Med.; Dr. H. Moh. Basri, S.K.M., M.Kes.; serta Dr. Mardiah, S.P., M.Si.
Setelah seluruh kandidat memaparkan visi dan misi, sebanyak 49 anggota Senat UIT menggunakan hak pilih melalui mekanisme pemungutan suara.
Hasilnya, lima kandidat dengan perolehan dukungan tertinggi ditetapkan sebagai calon rektor yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Yayasan Indonesia Timur, H. Haruna, untuk proses penetapan rektor terpilih.
Kelima nama tersebut adalah:
Prof. Dr. Syamsir Dewang, M.Eng.Sc., F.Med.
Dr. Abdul Rahman, S.Pt., S.E., M.M., M.Kes.
Dr. Patawari, S.H., M.H.
Prof. Dr. H. Rusdin Nawi, M.M., M.Si.
Dr. H. Moh. Basri, S.K.M., M.Kes.
Rektor UIT, Dr. Abdul Rahman, mengapresiasi pelaksanaan proses pemilihan yang berlangsung di tingkat senat. Ia mengatakan hasil pemilihan tersebut akan segera disampaikan kepada Yayasan Indonesia Timur sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam menetapkan rektor periode mendatang.
“Terima kasih dan penghargaan kepada seluruh anggota Senat serta jajaran Yayasan yang hadir. Hasil keputusan ini segera kami teruskan kepada Ketua Yayasan Indonesia Timur sebagai pemegang kewenangan akhir penetapan Rektor UIT periode mendatang,” ujar Abdul Rahman.
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Indonesia Timur, Aminuddin, S.H., M.H., menyampaikan pesan Ketua Yayasan H. Haruna agar seluruh tahapan suksesi tetap mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan.
Menurutnya, seluruh elemen UIT berada dalam satu kesatuan sehingga sinergi antara yayasan, senat, pimpinan, dosen dan seluruh sivitas akademika menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan perguruan tinggi.
“Ketua Yayasan berpesan agar rapat senat dijalankan dengan penuh suasana kekeluargaan. Kita berada di dalam satu perahu yang sama di bawah naungan Yayasan Indonesia Timur. Sinergitas ini adalah modal utama untuk membawa UIT bergerak maju,” tegas Aminuddin.
Rapat senat yang turut dihadiri perwakilan Yayasan Indonesia Timur, H. Ambo Asse, berlangsung tertib dan kondusif.
Penetapan lima calon rektor tersebut menjadi bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan UIT. Tahapan selanjutnya berada pada kewenangan Yayasan Indonesia Timur untuk menetapkan rektor terpilih yang akan memimpin UIT selama periode 2026–2031.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum bagi UIT untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan mutu pendidikan dan riset, serta memperluas kontribusi institusi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Humas UIT
Editor : Tim Redaksi









