TANA TORAJA,PO — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meresmikan dua jembatan sekaligus menyerahkan bantuan keuangan sebesar Rp7 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Rabu (9/9/2026).
Dua infrastruktur yang diresmikan yakni Jembatan Sungai Salakka dan Jembatan Sungai Marandang. Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan hingga ke daerah.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Festival Swasembada Pangan yang berlangsung di Lapangan Tana Toraja Masero.

Andi Sudirman mengatakan pembangunan infrastruktur di daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat. Karena itu, dukungan publik dinilai penting untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Momentum ini untuk memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Tana Toraja,” ujarnya.
Dalam sektor infrastruktur jalan, Pemprov Sulsel tengah menjalankan program Multi Years Project (MYP) dengan total pembangunan jalan provinsi sepanjang sekitar 1.000 kilometer dan nilai anggaran mencapai Rp2,5 triliun.
Untuk Paket 6 yang mencakup Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, dan Toraja Utara, nilai program mencapai Rp239 miliar.
Khusus di Tana Toraja, pembangunan melalui skema MYP dialokasikan sekitar Rp52,6 miliar. Sejumlah ruas yang menjadi bagian dari program tersebut antara lain Batupapan–Bandara Pongtiku–Batas Toraja Utara, Batas Enrekang (Kaduaja)–Mebali, Masuppu–Batas Pinrang, serta Passobo–Matangli–Masuppu.
Selain infrastruktur, Pemprov Sulsel juga menyalurkan sejumlah program dukungan di sektor pertanian, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Tana Toraja sepanjang 2026.
Di sektor pertanian, bantuan yang diberikan berupa Mandiri Benih Padi sebanyak 25.000 kilogram dan benih jagung 750 kilogram. Pemprov juga menyalurkan 400 bibit durian Musangking dan 125 bibit alpukat.
Untuk penanganan sosial, pemerintah provinsi membangun lima unit rumah bagi korban bencana dengan nilai bantuan Rp300 juta.
Sementara di sektor pemberdayaan UMKM, bantuan diberikan dalam bentuk mesin coffee maker, gerobak dorong, mesin jahit portable, mesin penyegel plastik, serta dua unit oven gas dengan total nilai sekitar Rp289 juta.

Andi Sudirman berharap masyarakat turut mendukung sekaligus mengawal proses pembangunan yang dilaksanakan pemerintah secara bertahap.
“Semoga pembangunan ini nantinya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Editor : Tim Redaksi









