MAKASSAR,PO – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya penerapan 4K dalam upaya pengendalian inflasi di Sulsel. Empat aspek itu meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi dan koordinasi.
Hal itu disampaikan Jufri saat memberi arahan pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota se-Sulsel di Ruang Rapat Sipakainge, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Senin (10/8/2026).
Pertemuan membahas langkah percepatan pengendalian inflasi jangka pendek, penguatan koordinasi antaranggota TPID, serta tindak lanjut pelaksanaan program pengendalian inflasi.
Jufri mengatakan, keterjangkauan harga perlu dijaga melalui berbagai intervensi, termasuk operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Operasi pasar dan GPM terus kita lakukan sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga, dengan menghadirkan komoditas yang menjadi target inflasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan. TPID kabupaten/kota diminta rutin memantau harga dan kondisi pasokan di pasar bersama Satgas Pangan.
“Kita perlu menjaga ketersediaan pasokan. TPID kabupaten/kota harus rutin melakukan pemantauan di pasar bersama Satgas Pangan,” katanya.
Dari sisi distribusi, Jufri mendorong penguatan kerja sama antardaerah. Terutama antara daerah defisit pasokan dengan daerah surplus.
“Kerja sama antardaerah harus dibangun. Bagaimana daerah yang defisit bisa bekerja sama dengan daerah yang surplus. Hal ini membantu stabilisasi pasokan dan harga,” jelasnya.
Pemprov Sulsel, lanjut Jufri, juga terus mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus menjaga ketersediaan stok. Termasuk beras sebagai komoditas yang turut memengaruhi inflasi.
“Kita mendorong produksi. Makanya Pemprov Sulsel memberikan bantuan bibit melalui Mandiri Benih, termasuk bantuan alsintan untuk petani,” sebutnya.
Ia juga mendorong penguatan basis data secara digital agar pemantauan harga dan stok bisa lebih cepat dan akurat.
Dari sisi komunikasi, Jufri menilai keterlibatan berbagai pihak, termasuk Tim Penggerak PKK, penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Komunikasi yang efektif juga diperlukan. Bagaimana peran PKK mengajak masyarakat untuk menanam untuk kepentingan konsumsi keluarga. Kita juga perlu mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembelian panik, berbelanja secara bijak, dan membeli sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Sulsel Deflasi 0,18 Persen
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, melaporkan pada Juli 2026 Sulsel mengalami deflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan (month to month/mtm).
Inflasi secara tahunan tercatat 2,75 persen (year on year/yoy). Sementara secara tahun kalender mencapai 2,36 persen (year to date/ytd).
Rizki menyampaikan, hingga saat ini telah dilaksanakan 830 GPM di Sulsel. Sebanyak 440 GPM atau sekitar 53 persen di antaranya digelar di kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Meski demikian, ia menilai pelaksanaan GPM masih perlu dievaluasi dari aspek ketepatan lokasi.
“Kita mendorong implementasi GPM dengan prinsip 4T harus diperkuat, yakni tepat lokasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat komoditas,” ungkapnya.
Editor : Amin









