MAKASSAR,PO – Kesuksesan tidak pernah hadir secara instan. Di balik setiap pencapaian selalu ada proses panjang yang dipenuhi perjuangan, pengorbanan, doa, serta keyakinan yang kuat. Kisah itulah yang kini menjadi inspirasi dari Ikbal Nur, putra asal Desa Pao, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, yang berhasil meraih gelar Magister (S2) melalui perjuangan secara mandiri.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar. Dengan tekad yang kuat, disiplin, serta dukungan keluarga, sahabat, dan rekan-rekan media, Ikbal mampu menuntaskan pendidikan pascasarjananya di tengah kesibukan bekerja.

Ikbal dikenal sebagai anggota Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Bantaeng dan pernah aktif sebagai jurnalis di media online publikasionline.id. Pengalaman di dunia jurnalistik membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangatnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan.
Saat ini Ikbal bekerja di salah satu perusahaan besar di Morowali, Sulawesi Tengah. Meski harus membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan, ia tetap konsisten mengejar cita-citanya hingga berhasil menyandang gelar Magister.
Menurut Ikbal, keberhasilan yang diraih hari ini tidak terlepas dari doa kedua orang tua, dukungan keluarga, serta motivasi dari para sahabat yang terus memberikan semangat agar tidak menyerah di tengah berbagai tantangan.
Ia juga mengaku banyak mendapatkan bimbingan dan motivasi dari Ketua JOIN Bantaeng, Alimin DS, yang sejak awal aktif mendampingi dan memberikan arahan ketika dirinya masih berkecimpung di dunia jurnalistik sebelum merantau ke Morowali.
“Saya sampai hari ini bisa mencapai jenjang pendidikan Magister tidak lepas dari bimbingan Pak Alimin yang selalu memberikan motivasi dan semangat untuk terus berkembang. Beliau mengajarkan saya agar tidak cepat puas, terus belajar, dan berani bermimpi lebih besar,” ujar Ikbal, Kamis (30/7/2026).

Ikbal mengatakan sosok Alimin DS tidak hanya menjadi mentor dalam dunia jurnalistik, tetapi juga banyak memberikan pelajaran tentang komunikasi, etika, kepemimpinan, dan pentingnya menjaga integritas dalam setiap langkah kehidupan.
“Saya bangga memiliki sosok yang selalu memberikan arahan. Walaupun sekarang saya bekerja di Morowali, komunikasi kami tetap terjalin. Ketika menghadapi persoalan atau membutuhkan masukan, beliau selalu bersedia memberikan petunjuk dan motivasi,serta membukakan ruang ruang untuk melangkah hingga apa yang saya capai saat ini,” tuturnya.
Baginya, keberhasilan meraih gelar Magister bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari daerah, agar tidak pernah berhenti mengejar pendidikan meski harus bekerja atau menghadapi berbagai keterbatasan.
“Kunci utama meraih kesuksesan adalah niat yang tulus, kerja keras, disiplin, doa, dan tidak pernah berhenti belajar. Kesempatan akan selalu terbuka bagi siapa saja yang mau berjuang,” pungkasnya.
Kisah Ikbal Nur menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik dalam kehidupan. Dengan semangat pantang menyerah dan kemauan untuk terus meningkatkan kualitas diri, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengukir prestasi dan membangun masa depan yang lebih baik.
Tulisan Ikbal Nur
Editor : Amin









