MAKASSAR,PO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui Program Multi-Year Project (MYP) 2025–2027. Salah satu pekerjaan strategis yang tengah berjalan adalah Preservasi Jalan Paket IV dengan skema Multi Years Contract (MYC).
Dalam paket tersebut, salah satu ruas yang saat ini dikerjakan adalah ruas Impa-Impa–Anabanua yang menghubungkan wilayah Kabupaten Wajo dan sekitarnya.
Penanganan pada ruas ini mencakup rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin, serta rehabilitasi minor hingga mayor, termasuk pekerjaan pengaspalan menggunakan hotmix.




Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulsel dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui jalan provinsi yang lebih mantap.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ZN. Ahmad Wildani, menjelaskan bahwa progres pekerjaan di ruas Impa-Impa–Anabanua saat ini telah mencapai 53,46 persen.
“Untuk Impa-Impa–Anabanua, progresnya baru 53,46 persen. Jadi yang sudah termarka itu adalah STA akhir, sementara untuk STA awal baru kami proses pengerjaan,” ujar Dani, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menambahkan, pekerjaan pengaspalan dilakukan dengan standar Kelas A dan difokuskan terlebih dahulu pada titik-titik dengan tingkat kerusakan berat.
“Pengaspalan dilakukan Kelas A. Konsisten mengerjakan daerah yang rusak berat lebih dulu,” jelas Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel ini.
Selama proses pengerjaan berlangsung, diterapkan sistem buka-tutup jalur untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.
Secara keseluruhan, Paket IV memiliki nilai kontrak sekitar Rp615,6 miliar dengan total panjang penanganan mencapai 286,80 kilometer. Sebanyak 15 ruas jalan yang ditangani tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone, yang seluruhnya merupakan jalan provinsi strategis.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Sulawesi Selatan, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.








