iklan Promo

Pelukan Layanan Kesehatan untuk Ibu Rahmi di Masa Nifas

Bantaeng,PO — Pagi yang tenang di Dusun Bombong, Desa Biangkeke, mendadak terasa lebih hangat. Bukan karena cuaca, melainkan kehadiran tenaga kesehatan yang datang langsung ke rumah warga. Puskesmas Kassi-Kassi kembali menunjukkan wajah pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat: menyapa ibu dan bayi di masa paling rentan pascapersalinan.

Kunjungan ini menyasar satu orang ibu nifas, Rahmi, yang baru saja melewati proses persalinan. Didampingi bayinya yang masih berusia beberapa hari, Rahmi menerima pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh mulai dari kondisi ibu, proses pemulihan nifas, hingga pemantauan kesehatan neonatus.

Pemeriksaan dilakukan oleh Bidan Nirhidayanti Amiruddin, S.ST bersama Wakisma, Amd.Keb, dengan pendekatan yang ramah dan penuh empati. Tak ada jarak antara petugas dan warga. Semua dilakukan dengan bahasa sederhana dan sentuhan kekeluargaan.

 

Rahmi mengaku merasa lebih tenang setelah mendapatkan kunjungan tersebut.

“Saya merasa diperhatikan. Biasanya kami takut bertanya, tapi tadi dijelaskan pelan-pelan. Jadi lebih yakin merawat bayi di rumah,” ungkap Rahmi dengan senyum tipis sambil menggendong buah hatinya.

Selain pemeriksaan fisik, bidan juga memberikan edukasi singkat yang penting bagi ibu nifas dan keluarga. Mulai dari pentingnya istirahat cukup, nutrisi seimbang, menjaga kebersihan luka persalinan, hingga tanda bahaya yang harus segera dilaporkan ke fasilitas kesehatan.

Bidan Nirhidayanti Amiruddin menekankan bahwa masa nifas dan neonatal adalah periode krusial yang sering kali dianggap sepele.

“Banyak komplikasi justru muncul setelah persalinan. Karena itu kami mengingatkan ibu dan keluarga agar tidak ragu datang ke puskesmas jika ada keluhan, seperti demam, perdarahan, atau bayi terlihat lemas dan sulit menyusu,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan, terutama bagi ibu dan bayi baru lahir.

“Kesehatan ibu dan bayi adalah fondasi masa depan. Jika dijaga sejak awal, risiko bisa dicegah,” tambahnya.

Kegiatan kunjungan rumah ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu warga datang ke puskesmas. Di Dusun Bombong hari itu, pelayanan hadir di ruang keluarga mendengar, memeriksa, dan menenangkan.

Bagi Rahmi, kunjungan singkat tersebut bukan sekadar pemeriksaan, tetapi juga penguatan mental sebagai ibu baru. Dan bagi masyarakat, ini adalah pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Abhy