iklan Promo

Belajar Dimulai dari Musholla: Cara SMK Darul Ulum Layoa Menanamkan Nilai Sejak Pagi

BANTAENG, PO- Pagi di SMK Darul Ulum Layoa tak selalu diawali dengan derap langkah menuju kelas. Di sekolah ini, sebelum buku dibuka dan pelajaran dimulai, siswa dan guru lebih dulu melangkah ke musholla. Di sanalah absensi dilakukan, doa dipanjatkan, dan shalat duha dilaksanakan bersama kecuali hari Senin yang diisi dengan upacara bendera.

Kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari cara sekolah menanamkan nilai sejak dini: bahwa belajar bukan hanya soal ilmu, tapi juga soal membentuk hati.

Di bawah pepohonan rindang halaman sekolah, Kepala SMK Darul Ulum Layoa, H. Zulkarnain, S.Pd., M.Pd., bercerita dengan nada tenang. Tahun 2026 menandai tahun ketiganya memimpin sekolah tersebut. Namun, ia memilih merendah ketika berbicara soal perubahan dan pembangunan.

 

“Saya tidak ingin mengatakan bahwa semua ini saya bangun,” ujarnya jujur.Rabu 7 Januari 2026.

Menurut Zulkarnain, fasilitas yang kini dinikmati warga sekolah adalah hasil kerja panjang para pendahulunya. Musholla, misalnya, telah direncanakan oleh kepala sekolah pertama, diletakkan pondasinya oleh kepala sekolah kedua, dan ia hanya melanjutkan hingga berdiri seperti sekarang.

“Masih belum sempurna,” katanya sambil tertawa kecil. “Tapi alhamdulillah, sedikit demi sedikit.” Ia pun mengakui, dalam perjalanan itu, peran Ketua Yayasan sangat berarti tempat berbagi keluh kesah, terutama ketika bicara soal biaya.

Waktu berlalu tanpa terasa. Ketika azan dzuhur berkumandang, obrolan pun terhenti. Kepala sekolah, guru, dan para siswa beranjak bersama, menunaikan shalat dzuhur berjamaah. Tidak ada jarak, tidak ada sekat semua larut dalam satu barisan.

Suasana khidmat berlanjut setelah shalat. Seorang siswa binaan bidang dakwah, Farel, maju ke depan. Dengan suara sederhana namun penuh keyakinan, ia menyampaikan tausiah singkat bertema Keutamaan Berbuat Baik kepada Orang Tua. Tak lebih dari sepuluh menit, tetapi cukup untuk membuat suasana menjadi hening dan reflektif.

Momen itu menjadi gambaran utuh dari apa yang dijalani SMK Darul Ulum Layoa hari ini. Inovasi di sekolah ini tak hadir dalam bentuk slogan besar, melainkan dalam kebiasaan kecil yang terus dijaga. Dari musholla, dari doa bersama, dan dari keberanian memberi ruang kepada siswa untuk tumbuh bukan hanya cakap, tetapi juga beradab.

Abhy